Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

KH Ilyas Ruhiat, Ajengan Kharismatik dari Cipasung (2)

Ahad 19 Jan 2020 18:30 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

Ajengan KH Ilyas Ruhiat

Ajengan KH Ilyas Ruhiat

Foto: Dok Wikipedia
KH Ilyas Ruhiat mengabdi di sejumlah organisasi keislaman selain NU.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Totalitas perjuangan KH Moh Ilyas Ruhiat sangatlah besar. Ia tidak hanya dikagumi oleh warga NU tapi juga oleh seluruh bangsa.

Baca Juga

Karena, di Jawa Barat dia juga kerap memelopori dialog lintas agama dan lintas sektoral. Kiai yang ahli tasawuf ini bahkan kerap menggandeng Muhammadiyah dalam menyelesaiakan persoalan keumatan.

Selain aktif di NU, Ajengan Ilyas juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tasikmalaya. Menurut dia, lembaga MUI bisa menjadi sarana ukhuwah islamiyah karena di dalamnya tergabung para ulama dari berbagai ormas Islam.

Besarnya perhatian terhadap hal itu, membuatnya dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua MUI Pusat yang membidangi masalah ukhuwah Islamiyah. Dari sinilah, Ajengan Ilyas mulai membangun persaudaraan umat Islam Indonesia. Dengan aktif di NU sekaligus di MUI, ia pun berhasil menjaga silaturrahmi antarpemimpin umat Islam.

Namun, Ajengan Ilyas mengatakan, usaha-usaha untuk meningkatkan kualitas hidup umat tidak semata-mata harus dibebankan kepada para ulama. Menurut dia, memang ulama berkewajiban dalam hal pembinaan, tapi ulama bukanlah segalanya.

Karena itu, menurut dia, harus ada kerjasama dengan semua pihak, yaitu pemerintah, organisasi-organisasi politik dan sosial, LSM, dan mahasiswa Islam. Kalau ada kerjasama dalam pembinaan umat, kata dia, maka kualitas hidup umat Islam akan semakin baik.  

“Keluarga sangat berpegaruh dalam pembinaan. Titik paling lemah dalam pembinaan umat adalah karena lemahnya fungsi pendidikan dalam keluarga,” kata Ajengan Aliyas dikutip dari buku “Ajengan Cipayung: Biografi KH. Ilyas Ruhiat”, Rabu (15/1).

Setelah lama berjuang lewat jalur struktural, Ajengan Ilyas pun wafat di Bandung pada 18 Desember 2007 silam. Beliau dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Perjuangan untuk agama dan bangsanya patut diteladani oleh generasi umat Islam saat ini.

Semasa hidupnya, Ajengan Ilyas dikaruniai tiga orang anak dari pernikahannya dengan Hj. Dedeh Tsamrotul Fuadah. Ketiga anaknya itu adalah Acep Zamzam Noor, Neng Ida Nurhalida, dan Enung Nursaidah Rahayu.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA