Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Putra Kristolog Ahmed Deedat Wafat Ditembak Orang Misterius

Sabtu 18 Jan 2020 10:16 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Yousuf Deedat putra dari Kristolog Ahmed Deedat wafat ditembak.

Yousuf Deedat putra dari Kristolog Ahmed Deedat wafat ditembak.

Foto: Foto Dok Istimewa
Yousuf Deedat putra dari Ahmed Deedat meninggal setelah ditembak di kepala.

REPUBLIKA.CO.ID, DURBAN – Cendekiawan Muslim terkemuka dan aktivis Yousuf Deedat (65 tahun)  meninggal di rumah sakit St Anne di Pietemaritzburg pada Jumat sore (17/1). 

Baca Juga

Dilansir di iol.co.za, Yousuf Deedat yang juga putra dari Kristolog ternama Afrika Selatan, Ahmed Deedat itu meninggal akibat luka tembak di kepalanya. Penembakan dilakukan pria bersenjata tak dikenal di luar Pengadilan Magistrasi Verulam pada Rabu, (15/1) lalu. 

Putra almarhum Yousuf Deedat, Raees Deedat, mengatakan keluarga dan teman-temannya ada di samping tempat tidurnya ketika dia meninggal dengan damai pada pukul 14.40 waktu setempat. 

"Keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dukungan yang mereka terima dari keluarga, teman dan masyarakat. Semoga jiwanya beristirahat dalam damai," kata Raees Deedat.  

Tidak diketahui apa yang Deedat lakukan di pengadilan ketika dia ditembak. Direktur Perusahaan Keamanan Swasta Unit Reaksi Afrika Selatan, Prem Balram, mengatakan seorang pria berjalan ke Deedat, menembaknya, dan melarikan diri ke sebuah kendaraan yang diparkir di sepanjang Groom Street. "Pada saat kedatangan, korban ditemukan tertelungkup di trotoar," kata Balram.

Juru bicara kepolisian, Kolonel Thembeka Mbele, mengatakan Deedat sedang berjalan dengan istrinya ketika dia ditembak. Mbele mengatakan motif penembakan itu tidak diketahui. Dia mengkonfirmasi tersangka masih dalam pelarian 

Ketua masjid Imam Hussein di Verulam, Azad Seedat, memberikan penghormatan kepada Deedat, yang dikenalnya selama 30 tahun, menggambarkannya sebagai orang yang luar biasa.

"Dia bergaul dengan semua orang. Dia mengunjungi masjid kami dan mendukung kami selama kami membutuhkan. Kami terkejut dengan apa yang terjadi," kata Seedat.

Seorang mantan tetangga Deedat, Sharmaine Sewshanker, mengatakan dia adalah seorang aktivis komunitas terkenal yang selalu bersedia membantu. “Dia tidak pernah menolak siapa pun yang datang ke rumahnya untuk meminta bantuan. Dia selalu berusaha keras, ”katanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA