Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Sedekah Roti, Tradisi Kuat Ottoman Mengacu Sunah Rasulullah

Jumat 17 Jan 2020 18:02 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Nashih Nashrullah

Sedekah roti merupakan tradisi Ottoman yang dipertahankan hingga sekarang. Foto ilustrasi roti (Ilustrasi)

Sedekah roti merupakan tradisi Ottoman yang dipertahankan hingga sekarang. Foto ilustrasi roti (Ilustrasi)

Foto: Womensrunning
Sedekah roti menjadi tradisi yang dipertahankan di Turki hingga kini.

REPUBLIKA.CO.ID, Sedekah tentu bisa berupa apa saja. Tak terkecuali bersedekah dengan sepotong roti. Tradisi bersedekah dengan sepotong roti ternyata masih berlaku sampai sekarang di Turki. 

Baca Juga

Kini telah banyak restoran dan toko makanan yang menyediakan program sedekah (charity) kepada pelanggannya, dengan cara menyisihkan uang pembayaran untuk membantu sesama. 

Di Turki, tradisi ini ternyata sudah dijalankan selama berabad-abad. Tradisi ini disebut askıda ekmek, dimana pelanggan dapat membayar dua roti namun hanya mengambil salah satunya saja, dan sisanya untuk bersedekah. 

Askıda ekmek, yang berarti "roti di gantungan" atau "roti yang ditangguhkan", berakar pada tradisi Islam, yang merupakan agama dominan di negara ini. 

Saat seseorang melakukan askıda ekmek, maka secara otomatis dia memberikan sebagian makanannya kepada musafir, fakir miskin, atau ibnu sabil yang kebetulan melintasi toko tersebut. Maka tidak aneh jika mendengar beberapa orang mengatakan, "Askıda ekmek var mi?" yang berarti "Apakah ada roti dikait?" lalu mereka dapat mengambil roti secara gratis. 

Hampir seluruh toko roti di Göztepe, dekat Kadıköy di sisi Asia Istanbul menerapkan Askıda ekmek. Pelanggan hanya perlu mengatakan kepada penjual jika mereka ingin melakukannya, maka penjual akan dengan senang hati 'menggantungkan' salah satu roti mereka. 

Tidak ada roti khusus Askıda ekmek, pelanggan bebas memilih roti apa yang akan mereka 'gantungkan'. Tidak jelas kapan dan bagaimana praktik askıda ekmek dimulai. Askıda ekmekis sangat terkait dengan budaya dan agama setempat.

Profesor sejarah Febe Armanios, yang fokus meneliti hubungan Kristen-Muslim di Timur Tengah dan sejarah makanan di Middlebury College di Vermont, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa askıda ekmekis merupakan sebuah kebiasaan yang berakar pada zaman Ottoman dan terkait dengan konsep zakat.

Sedangkan ekmek atau roti merupakan makanan yang sangat penting di Turki, karena dalam kepercayaan Islam, roti merupakan sumber makanan yang mampu menghilangkan rasa lapar dengan mudah.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad bersabda, "Roti adalah nikmat, sebuah berkah yang dikirim dari Tuhan." Jika sepotong roti jatuh secara tidak sengaja ke tanah, roti tersebut harus diambil segera sebelum diletakkan di tempat yang lebih tinggi. Beberapa orang bahkan menciumnya sebelum mengambilnya, untuk lebih menunjukkan rasa hormat mereka.

Roti juga merupakan makanan pokok bagi warga Turki. Di sana, roti putih biasa dipanggang dua kali sehari di Turki dan setiap hidangan disertai dengan keranjang penuh roti segar yang diiris. Mereka juga tidak terbiasa membuang sisa makanan mereka. Biasanya roti putih yang sudah basi akan kembali mereka olah menjadi roti panggang, remah roti Prancis, atau untuk makan hewan.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA