Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Fatwa Turki: Bunga Bank untuk Perumahan Boleh, Mobil Dosa

Rabu 15 Jan 2020 18:23 WIB

Rep: MgRol 127/ Red: Nashih Nashrullah

Diyanet Turki membolehkan pinjaman bunga untuk proyek rumah dhuafa. Foto ilustrasi bunga bank.

Diyanet Turki membolehkan pinjaman bunga untuk proyek rumah dhuafa. Foto ilustrasi bunga bank.

Foto: Wordpress.com
Diyanet Turki membolehkan pinjaman bunga untuk proyek rumah dhuafa.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH—Sebuah fatwa baru dari Otoritas Keagamaan Tertinggi Turki pada Selasa (14/1) mengatakan, pemerintah diizinkan mengambil pinjaman dengan bunga untuk proyek perumahan umum.  

Baca Juga

Seperti yang dilansir Arab News, fatwa itu dikeluarkan Direktorar Urusan Agama, Dinayet. Dalam fatwa tersebut dijelaskan, mengambil pinjaman dengan bunga adalah dosa kecuali untuk proyek perumahan publik pemerintah. 

"Namun, mengambil pinjaman bunga dari bank untuk mendirikan bisnis baru atau membeli mobil adalah dosa," tambahnya. 

Fatwa itu disetujui Dewan Tinggi Urusan Agama Diyanet, dengan suara mayoritas mendukungnya. 

Menurut Diyanet, perbedaannya terletak pada tujuan pemerintah untuk menyediakan perumahan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah. Putusan ini hanya berlaku untuk bank umum. 

Ali Gul, seorang pengacara yang ahli dalam masalah perpajakan, mengkritik keputusan tersebut. "Berdasarkan fatwa semacam itu, bank swasta dapat mengklaim bahwa niat mereka bukan untuk memperoleh pendapatan bunga, tetapi hanya berkontribusi pada ekonomi," katanya kepada Arab News.  

“Jadi, dengan cara ini, pinjaman bunga yang diterapkan bank swasta juga menjadi sah secara agama. Keputusan agama ini berarti bahwa ketika negara menerima bunga, itu diperbolehkan," tambahnya. 

Ada perdebatan tentang apakah Diyanet menjadi politis setelah pemecatan beberapa imam yang gagal mengikuti pedoman yang ditetapkan otoritas agama. 

Di antara mereka yang dipecat adalah seorang imam yang tidak setuju dengan fatwa Diyanet yang melarang wanita memasuki supermarket tanpa suami mereka. Ulama lain juga diberhentikan baru-baru ini karena aktivitas musiknya di sebuah band rock.  

Anggaran Diyanet, yang melampaui 1,8 juta dolar AS pada 2019, juga menjadi bahan pembicaraan di Turki karena pengeluarannya tahun lalu melampaui biaya overhead enam kementerian. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA