Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Polisi Temukan Selongsong Peluru di TKP Penembakan Freeport

Selasa 14 Jan 2020 21:42 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Aparat Gabungan TNI/Polri di Papua melakukan pengejaran terhadap kelompok pengacau keamanan. (ilustrasi)

Aparat Gabungan TNI/Polri di Papua melakukan pengejaran terhadap kelompok pengacau keamanan. (ilustrasi)

Foto: Antara/Marcelinus Kelen
Penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mile 53 Mimika.

REPUBLIKA.CO.ID, TIMIKA— Tim Satgas Khusus Polri menemukan enam selongsong peluru kaliber 5,56 mili meter dan 13 butir peluru tidak terpakai di tempapt kejadian perkara (TKP) penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mile 53 area PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gede Era Adhinata, di Timika, Selasa (14/1), mengatakan selongsong peluru itu ditemukan saat tim satgas khusus Polri menggelar olah tempat kejadian perkara pada Senin (13/1) petang.

Tim Satgas Khusus Polri juga telah mengidentifikasi dua bus karyawan PT Freeport yang menjadi sasaran penembakan oleh KKB pada Senin (13/1) pagi itu. Pada kedua bus karyawan Freeport tersebut, ditemukan enam bekas tembakan senjata api.

Baca Juga

"Indikasinya ada dua titik yang diperkirakan menjadi sasaran penembakan oleh KKB yaitu di dua mobil (bus) karyawan saat melintas di Mile 53. Pelaku menunggu di jalur lintasan bus kemudian menembak dari posisi ketinggian," tutur AKBP Era Adhinata.

Enam selongsong peluru dan 13 peluru yang tidak terpakai ditemukan di lokasi diduga pelaku berada saat membidik sasaran (bus karyawan) Freeport.

Ada pun 13 butir peluru yang tidak terpakai terdiri atas sembilan butir berkaliber 5,56 mili meter dan dua butir berkaliber 7,62 mili meter.

Usai melakukan aksinya, KKB ditengarai langsung turun ke tebing terjal kemudian menyeberang ke Kali Tabo untuk menghindari kejaran oleh aparat keamanan. 

Kapolres mengatakan jajarannya terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Polisi juga terus melakukan koordinasi dengan manajemen PT Freeport agar mewajibkan seluruh kendaraan yang melintas di ruas jalan poros tambang yang menghubungkan Timika menuju Tembagapura menggunakan fasilitas antipeluru (armor).

Pihak kepolisian telah mendeteksi aksi teror penembakan di Mile 53 ruas jalan poros Timika-Tembagapura itu didalangi KKB Kali Kopi pimpinan Joni Botak.

"Kelompok ini biasanya setelah melakukan aksi kemudian melarikan diri ke medan berat dengan tujuan menghambat gerak aparat masuk ke area itu. Di lokasi itu ada beberapa titik terbuka, itu bisa membahayakan personel kita," ujar AKBP Era Adhinata.

Pada Senin (13/1) pagi sekitar pukul 08.42 WIT, konvoi kendaraan PT Freeport diberondong tembakan oleh KKB di sekitar Mile 53, ruas jalan poros yang menghubungkan Timika menuju Tembagapura.

Berondongan tembakan itu mengenai dua unit kendaraan bus pengangkut karyawan, masing-masing bus bernomor lambung 140487 dan 140419.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA