Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Allah Menjaga Nabi Muhammad dari Gejolak Cinta Masa Remaja

Selasa 14 Jan 2020 15:29 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Allah Menjaga Nabi Muhammad dari Gejolak Cinta Masa Remaja. Foto: Kaligrafi Muhammad SAW. Ilustrasi

Allah Menjaga Nabi Muhammad dari Gejolak Cinta Masa Remaja. Foto: Kaligrafi Muhammad SAW. Ilustrasi

Foto: .
Nabi Muhammad muda pernah jatuh cinta pada seorang gadis yang dilihatnya saat thawaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Masa muda menimbulkan banyak gairah yang melecut diri untuk terus menggebu-gebu. Masa muda juga tak lepas dari gejolak cinta masa remaja, siapa sangka? Nabi Muhammad juga pernah mengalami cinta di masa muda dan Allah kemudian menjaganya dengan sebaik-baiknya penjagaan.

Dalam buku Muhammad Sang Teladan karya Muhammad Asy Syarqawi disebutkan, kehidupan sehari-hari Rasulullah saat memasuki pintu gerbang remaja juga tak lepas dari gejolak cinta terhadap lawan jenisnya. Misalnya, di saat Nabi Muhammad muda dan melaksanakan thawaf di dekat Ka’bah, beliau melihat gadis cantik yang tengah melaksanakan thawaf juga.

Tingkah laku gadis tersebut, perhiasannya, serta baju yang dikenakan membuat hati Nabi Muhammad muda sangat terpesona. Nabi Muhammad kemudian jatuh cinta kepadanya, yang memiliki nama Dhaba’ah binti Amir bin Sha’sha’ah. Tak hanya jatuh cinta, Nabi Muhammad muda juga memutuskan untuk meminangnya.

Baca Juga

Ibarat gayung bersambut ternyata gadis tersebut juga memiliki perasaan yang sama dengan Rasulullah SAW. Dhaba’ah jatuh cinta kepada manusia paling sempurna itu. Namun begitu, ternyata Allah melindungi gejolak cinta Nabi Muhammad itu dengan cara yang sempurna.

Rasulullah mendengar informasi mengenai Dhaba’ah yang pernah ditemuinya di kala thawaf dan mengenakan pakaian sopan itu, ternyata dia pernah melantunkan syair-syair yang kurang etis dan tidak senonoh. Syair tersebut dapat menggelorakan gairah remajanya, di mana syairnya mengungkapkan apa yang sedang diinginkan perempuan itu.

Maka pada waktu itu pula Nabi Muhammad muda meninggalkan Dhaba’ah dan mengambil sikap untuk meninggalkannya. Sehingga kesepakatan untuk melangsungkan pinangan pun gagal dan lebih tepatnya tak pernah berlangsung.

Sebagaimana diketahui, dalam pernikahannya yang pertama Rasulullah menikahi Sayyidah Khadijah. Seorang janda kaya yang memiliki karisma dan juga perjuangan tinggi terhadap agama Islam. Ummul Mukminin, begitulah Sayyidah Khadijah disapa. Bahkan semasa Sayyidah Khadijah masih hidup, Rasulullah tak melakukan poligami. Dan dari rahim wanita mulia inilah, Rasulullah mendapatkan keturunan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA