Senin 13 Jan 2020 19:29 WIB

Kala Pahala Zikir Disejajarkan dengan Haji, Umrah, dan Jihad

Rasulullah SAW menyetarakan zikir dengan haji hingga jihad bagi dhuafa.

Rasulullah SAW menyetarakan zikir dengan haji hingga jihad bagi dhuafa. Foto zikir khusyuk.
Foto: REPUBLIKA
Rasulullah SAW menyetarakan zikir dengan haji hingga jihad bagi dhuafa. Foto zikir khusyuk.

REPUBLIKA.CO.ID, Manfaat zikir sangatlah banyak. Zikir tak hanya mendatangkan ketenangan hati bagi pelakunya, tetapi zikir juga memilikih pahala besar. 

Zikir merupakan pengganti bagi kaum tak berpunya atas ibadah haji, umrah, jihad, dan sedekah yang tidak dapat mereka lakukan karena keterbatasan harta. Tetapi, begitu mendengar hal ini, orang-orang kaya pun ikut berzikir.

Baca Juga

Selain tetap melestarikan ibadah-ibadah tersebut, mereka juga menambahkan ibadah zikir, sehingga berhasil mendapatkan dua keutamaan sekaligus. Mereka pun dapat bersaing dengan orang-orang miskin Muhajirin.

Dan ketika hal ini diberitahukan kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda dengan mengutip firman Allah, ‘’Itulah karunia Allah, diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.’‘ (QS al-Maidah [5]: 54)  

Sekelompok sahabat Muhajirin yang tidak mampu, menemui Rasulullah SAW. Mereka berkata, ‘’Wahai Rasulullah, orang-orang kaya itu menghabiskan harta untuk mendapatkan derajat-derajat yang tinggi, dan nikmat-nikmat yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Tetapi, mereka memiliki kelebihan hartanya digunakan untuk berhaji, umrah, berjihad, dan bersedekah.’‘ 

Rasulullah SAW bersabda, ‘’Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang dapat kalian gunakan untuk menyusul orang yang telah mendahului kalian, yang dapat kalian gunakan untuk mendahului orang sesudah kalian, dan yang tidak ada seorang pun yang lebih baik dari kalian kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti kalian?’‘ Mereka menjawab, ‘’Tentu, wahai Rasulullah.’‘ Beliau bersabda, ‘’Kalian baca tasbih, tahmid, dan takbir setiap kali selesai shalat.’‘ (HR Bukhari dan Muslim).  

Disebutkan dalam hadis riwayat Abdullah bin Bisru, dia berkata, ‘’Seorang dusun datang menemui Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagiku terlalu banyak masalah dan syariat-syariat Islam. Tolong beri tahu aku satu hal lengkap yang dapat mencukupi aku.’‘  

Beliau bersabda, ‘’Kamu harus berzikir kepada Allah.’‘ Dia bertanya, ‘’Itu sudah mencukupiku, wahai Rasulullah?’‘ Beliau bersabda, ‘’Ya. Bahkan lebih dari cukup.’‘

Sang penasihat Rasulullah SAW memberinya petunjuk pada sesuatu yang dapat membantunya mengamalkan syariat-syariat Islam, merasa antusias terhadapnya, dan menekuninya. Jika sudah dapat menjadikan zikir kepada Allah sebagai syiarnya, dia akan menyukai Allah dan menyukai apa saja yang disukai-Nya, sehingga yang paling disukainya ialah beribadah mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan syariat-syariat Islam.  

 

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement