Jumat 10 Jan 2020 16:46 WIB

Wanita Albania Ditahan Setelah Komentari Kematian Soleimani

Komunitas Islam Kosovo mengecam pernyataan tentang kematian Soleimani.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ani Nursalikah
Wanita Albania Ditahan Setelah Komentari Kematian Soleimani.
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Wanita Albania Ditahan Setelah Komentari Kematian Soleimani.

REPUBLIKA.CO.ID, PRISTINA -- Kepolisian Kosovo menangkap wanita Muslim etnis Albania. Dia diamankan aparat karena diduga menghasut tindakan terorisme melalui media sosial setelah dia menyesalkan pembunuhan terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani.

Kepolisian menahan Ikballe Berisha Huduti selama 48 jam, Kamis (9/1). Penahanan tersebut dilakukan setelah ada permintaan dari kejaksaan setempat.

Baca Juga

Kepolisian menjelaskan Huduti ditangkap pada Selasa (7/1) lalu. Aparat mengamankan beberapa perangkat elektronik dan beberapa bukti relevan lainnya dari kediaman terduga.

Tidak diketahui jelas apakah Huduti telah memiliki pengacara. Kepolisian juga tidak mengonfirmasi berkenaan dengan kuasa hukum terduga.

 

Sebelumnya, Huduti menunggah sebuah penyesalan atas kematian Jenderal Iran Qassem Soleimani. Pernyataan itu dia ungkapkan melalui halaman Facebooknya sehari setelah Soleimani terbunuh.

"Hanya sedikit kesabaran untuk orang-orang Muslim yang tertindas di manapun Anda berada," tulis Huduti.

Komunitas Islam Kosovo lantas mengecam pernyataannya itu. Mereka berpendapat tidak ada kesamaan sikap antara Berisha Huduti dengan interpretasi tradisional dan pelajaran Islam.

Para pemimpin Kosovo menyatakan dukungan langsung untuk tindakan AS terhadap Iran. Kosovo, yang sebagian besar populasinya Muslim, sangat mendukung dan loyal kepada AS, terutama setelah perang 1998-1999 dengan Serbia.

Saat itu, AS memimpin serangan udara NATO yang mengusir tentara Serbia, pasukan Slobodan Milosevic. Kosovo kemudian mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, yang belum diakui oleh Beograd.

sumber : AP
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement