Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Pemkab Pekalongan Gelar Pengajian Setiap Jumat Kliwon

Jumat 10 Jan 2020 15:55 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Muhammad Hafil

Pemkab Pekalongan Gelar Pengajian Setiap Jumat Kliwon. Foto:  Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Pemkab Pekalongan Gelar Pengajian Setiap Jumat Kliwon. Foto: Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Foto: wikipedia
Pengajian Jumat Kliwon merupakan agenda baru Pemkab Pekalongan.

REPUBLIKA.CO.ID,KAJEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengawali tahun 2020 dengan kegiatan baru. Kegiatan tersebut berupa kegiatan pengajian yang akan digelar setiap Jumat Kliwon. ''Jadi tidak  diselenggarakan setiap Jumat, melainkan hanya setiap Jumat Kliwon,'' jelas Bupati Asip Kholbihi.

Baca Juga

Pada tahun 2020, kegiatan pengajian perdana digelar Jumat (10/1) di aula lantai 1 Gedung Setda. Pengajian diikuti seluruh ASN di lingkungan Pemkab, dengan menghadirkan pembicara KH Muhammad Dzilqon yang merupakan pengasuh pondok pesantren Al Fusha Desa Rowocacing Kecamatan Kedungwuni.

Menurut Bupati, kegiatan pengajian ini digelar sebagai ikhtiar Pemkab  menjadikan aparaturnya sebagai pelayan umat yang baik. ''Tahun 2020, harus beda. Orang yang ingin baik, harus lebih baik dari tahun kemarin. Maka hal-hal yang perlu kita tingkatkan, harus kita tingkatkan,'' katanya.

Melalui kegiatan pengajian yang digelar setiap Jumat Kliwon, Bupati berharap, dirinya dan para ASN di Kabupaten Pekalongan bisa menjadi khodimul ummah atau pelayan masyarakat yang betul-betul baik hati dan bekerja dengan ikhlas.

''Jika proses ini berjalan, Insya Allah Kabupaten Pekalongan ini akan menjadi kabupaten yang hebat dan berkah, kabupaten yang masyarakatnya sejahtera, generasi mudanya akan terselamatkan dari hal-hal yang tidak diinginkan dan pemerintahnya dalam menjalankan tugas, diselamatkan dunia dan akhirat,'' katanya.

Bupati mengakui, saat ini ada golongan yang membenci terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keilmuan, kebaikan, dan kesolehan. Hal ini terjadi, karena kurangnya pemahaman agama yang di kalangan mereka.

''Sebagai manusia, kebutuhan jasmani dan rohani harus dipenuhi seimbang. Kalau untuk kebutuhan jasmani kita makan tiga kali, maka untuk kebutuhan rohani kita juga harus banyak mendengarkan siraman rohani,'' jelasnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA