Jumat 03 Jan 2020 16:40 WIB

Pesan MUI ke Republika: Pertahankan Jati Diri Media Islam

MUI menilai Republika telah banyak berbuat untuk umat Islam.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Logo 27 tahun Republika.
Foto: Dok Republika
Logo 27 tahun Republika.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Harian Republika memasuki umurnya yang ke-27 pada 4 Januari 2020. Menyambut hari lahir ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap Republika mampu mempertahankan diri sebagai media Islam.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Anwar Abbas menyebut Republika telah berbuat banyak untuk bangsa dan negara, utamanya umat Islam. Bagi dirinya dan sebagian umat Islam, Republika merupakan bacaan wajib.

Baca Juga

"Saya berharap agar Republika tetap mempertahankan jati dirinya sebagai media Islam. Bila koran kecintaan saya ini bergeser dari cita-cita awalnya, yaitu sebagai media umat dan media bagi umat untuk menyalurkan aspirasinya, maka republika akan kehilangan tempat berpijaknya," ujar Anwar Abbas saat dihubungi Republika, Jumat (3/1).

Ia menilai, jika Republika berpaling dari cita-cita awalnya dan mendapat goncangan meski kecil, koran harian yang terbit sejak tahun 1993 ini akan ditinggalkan oleh pembaca setianya.

Di tengah era digital dan revolusi industri 4.0, ia menyebut Republika dituntut untuk bisa berbenah. Perubahan ini diperlukan jika Republika tidak ingin digulung oleh waktu dan gelombang yang ada.

Inovasi dan kreatifitas dan sumber daya manusia (SDM) yang ada juga dituntut untuk lebih tinggi. Ini agar Republika bisa mampu mengikuti perubahan zaman yang ada.

"Rasa-rasanya sejak awal terbitnya Republika sampai saat ini, saya belum pernah berhenti berlangganan koran kecintaan umat ini. Untuk itu saya berharap semoga republika tetap bisa survive," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan menyebut Republika merupakan media nasional yang berkontribusi mengisi kekosongan berita dan informasi untuk kalangan madani. Ia berharap ke depannya Republika tetap melanjutkan kiprahnya mencerahkan dan mencerdaskan umat dan bangsa.

"Selamat Milad ke-27 Republika. Terus mengisi kekosongan berita dan informasi untuk masyarakat madani yang bercita-cita mewujudkan pemahaman Islam washathiyah, mewujudkan masyarakat madani sebagai solusi untuk menegakkan keadilan menuju umat terbaik," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement