Senin 30 Dec 2019 04:39 WIB

Asma Nadia: Menulis Dapat Memperpanjang Umur

Dengan menulis, seseorang dapat dikenang dalam diskusi panjang.

Rep: MGROL 125/ Red: Friska Yolanda
Novelis Asma Nadia berpose untuk Harian Republika di sela-sela kegiatan Workhsop Kepenulisan pada gelaran Festival Republik 2019, di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Ahad (29/12).
Foto: Thoudy Badai_Republika
Novelis Asma Nadia berpose untuk Harian Republika di sela-sela kegiatan Workhsop Kepenulisan pada gelaran Festival Republik 2019, di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Ahad (29/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Festival Republik dan Dzikir Nasional Republika 2019 kembali digelar. Seperti tahun sebelumnya kegiatan ini diadakan di Masjid At-Tiin, Taman Mini, Jakarta Timur. 

Terdapat beberapa kegiatan yang mengisi festival tersebut, yaitu stan-stan yang menjual pakaian Muslim, kuliner halal, perbankan syariah, penyelenggara tour & travel, serta pernak-pernik Islami lain. Selain itu, terdapat bazar buku yang bekerja sama dengan Penerbit Mizan, kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan PMI, serta acara talk show

Baca Juga

Salah satu tokoh yang menjadi narasumber acara talk show pada Ahad, (29/12) adalah penulis ternama Asma Nadia. Digelar di dalam aula Masjid At-Tiin, tepatnya bersebelahan dengan lokasi bazar buku, talk show bersama Asma Nadia membahas tentang menulis.

Dalam acara tersebut Asma mengatakan menulis memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah dapat memperpanjang umur. 

“Menulis dapat membuat panjang umur karena saya tercengang terdapat skrip yang umurnya sudah 2000 tahun ditemukan,” katanya.

Menurut Asma, setiap orang dapat memilih apakah ingin dikenang hanya dengan tiga baris atau dikenang dalam setiap diskusi-diskusi panjang. Jika ingin dikenang hanya dengan tiga baris adalah ketika seseorang meninggal. Menurutnya saat meninggal seseorang hanya dikenang nama, tanggal dan tahun lahir, serta tanggal dan tahun meninggal.

Namun, jika seseorang ingin dikenang dalam diskusi-diskusi panjang yang melebihi umur, salah satu caranya adalah dengan menulis. “Misalnya seperti waktu itu ada yang membuat skripsi mengenai novel “Cinta Dalam 99 Nama Mu” ada juga yang bikin tesis “Rumah Tanpa Jendela”, dan ada yang bikin disertasi “Bidadari untuk Dewa”, jadi buat saya itu cara membuat diri kita panjang umur dan abadi,” katanya.

Asma bercerita jika ia merupakan salah satu orang yang gagal menjadi sarjana karena kondisi kesehatan. Ia mengaku jika sejak dahulu mengalami sakit jantung, paru-paru, gegar otak, dan memiliki lima tumor. 

“Tumor sudah dioperasi sekarang masih ada empat,” katanya, sambil minta doa dari para pengunjung agar Allah berikan kesembuhan.

Namun, dari kejadian itulah ia melihat bahwa ternyata seseorang bisa memiliki umur yang panjang, yaitu dengan menulis.

Menurutnya mungkin usia seseorang akan selesai, tetapi buku yang dihasilkan akan tetap hidup. Selain itu, kata Asma kebaikan yang ada di dalamnya juga akan terus hidup, langgeng, dan panjang melewati usia seseorang.

Ia juga mengatakan, alasan ingin menjadi penulis salah satunya adalah karena berharap mendapat ridha Allah melalui buku-buku yang dihasilkan. Menurutnya, tidak banayak pekerjaan yang memberikan royalti berupa pahala bahkan setelah meninggal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement