Selasa 24 Dec 2019 10:30 WIB

Az-Zikra Nilai Republika Pelopor Zikir di Malam Tahun Baru

Az-Zikra menilai zikir akhir tahun menjadi tren.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Jemaah berdoa bersama dalam pengajian majelis taklim yang merupakan rangkaian acara Dzikir Nasional oleh HU Republika, Jumat (31/12), di Masjid Attin, TMII, Jakarta.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Jemaah berdoa bersama dalam pengajian majelis taklim yang merupakan rangkaian acara Dzikir Nasional oleh HU Republika, Jumat (31/12), di Masjid Attin, TMII, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Mengisi malam pergantian tahun, harian Republika kembali menggelar acara Dzikir Nasional yang ke-18 di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada 27-31 Desember 2019. Acara rutin tahunan ini dinilai sudah menjadi tren di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam. 

Ketua Yayasan Majelis Az-Zikra, Ustaz Khotib Kholil mengatakan, dulu hanya Republika yang menggelar Dzikir Nasional pada malam tahun baru. Setelah diselenggarakan bertahun-tahun, menurut dia, sekarang kegiatan zikir sudah banyak digelar di berbagai tempat. 

Baca Juga

Saat kebanyakan masyarakat merayakan tahun baru dengan hiruk-pikuk, kata dia, umat Islam sekarang sudah banyak yang memilih untuk bermuhasabah diri melalui kegiatan zikir. "Jadi, ini kita bersyukur kepada Allah SWT dengan berkah muhasabah Republika akhirnya zikir menjadi tren bagi umat Islam dan semuanya mencintai zikir," ujar Ustaz Khotib kepada Republika.co.id di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, Senin (23/12). 

Dia pun memberikan apresiasi kepada Republika dan Masjid At-Tin yang tahun ini kembali menggandeng Majelis Az-Zikra untuk melaksanakan Dzikir Nasional. Menurut dia, setelah Ustaz Arifin Ilham wafat pada 22 Mei 2019 lalu, kegiatan Dzikir Nasional tersebut akan dipimpin oleh Ustaz Abdul Syukur. 

"Insya Allah zikir akan dipimpin Ustaz Syukur yang dapat amanat dari beliau (Ustaz Arifin). Sambil juga sudah mulai juga putranya, yaitu Ustaz Amar Az-Zikra. Beliau nanti kita tampikan juga," ujarnya. 

"Kita berdoa kepada Allah mudah-mudahan putra beliau ini nanti menjadi pelanjut daripada zikir di masa yang akan datang," katanya. 

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Republika Nur Hasan Murtiaji mengatakan, selama ini Dzikir Nasional mendapatkan respons yang luar biasa dari masyarakat. Karena itu, menurut dia, saat ini sudah banyak umat Islam yang menyelenggarakan kegiatan berzikir. 

"Jika sebelumnya di tempat lain hanya hura-hura kini sudah mulai menggelar kegiatan yang sama. Di Jakarta saja sudah banyak masjid-masjid yang menggelar dikir dengan bentuk bermacam-macam. Tentu apa yang kita mulai dulu ini sekarang sudah menajdi tren," kata Hasan.

Kegiatan Festival Republik dan Dzikir Nasional 2019 ini mengusung tema "Membangun Generasi Indonesia yang Unggul". Kegiatan Festival Republik sendiri akan dibuka pada 27 Desember 2019 dan akan dimeriahkan dengan bazar buku murah, bazar busana Muslim, talk show, pameran kuliner halal, dan lomba cerdas tangkas 5 pilar. Selain itu, ada juga layanan kesehatan gratis, donor darah, dan hiburan Islami. 

Kemudian, puncak acara pada 31 Desember akan ditutup dengan Dzikir Nasional yang akan dipimpin Pimpinan Majelis Az-Zikra, Ustaz Abdul Syukur. Kegiatan Festival Republik dan Dzikir Nasional ini akan dihadiri para tokoh, ulama, dan habib. 

Di antaranya, Menteri Agama Fachrul Razi, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Ketua Komisi Dakwah MUI KH. Cholil Nafis, Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustaz Abdul Syukur, Habib Jindan, Ustaz Cholidi, dan Ustazah Mama Dedeh. Selain itu, ada juga Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir dan ustaz Bobby Herwibowo.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement