Rabu 18 Dec 2019 13:16 WIB

PBNU Berbelasungkawa Atas Wafatnya Putra Kiai Hasyim

PBNU menilai Gus Hilman sebagai sosok kader NU yang alim dan gigih dalam berjuang.

Rep: Muhyiddin/ Red: Teguh Firmansyah
Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Putra almarhum KH. Hasyim Muzadi, Gus Hilman Wajdi meninggal dunia usai mengalami musibah kecelakaan di tol Pandaan-Malang KM 63/A, Rabu (18/12) pukul 03.00 WIB. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berbela sungkawa atas wafatnya Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok tersebut.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Keluarga besar Nahdlatul Ulama berbela sungkawa atas bepulangnya Gus Hilman. Semoga husnul khotimah dan diampuni segala kesalahannya," ujar Sekjen PBNH, Helmy Faishal Zaini dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (18/12).

Baca Juga

Menurut Helmy, Gus Hilman adalah sosok pemuda kader NU yang alim dan gigih dalam berjuang. Karena itu, dia mengajak kepada warga NU untuk meneladani kegigihan dan sikap-sikap arif Gus Hilman semasa hidupnya.

"Warga NU merasa sangat kehilangan atas sosok muda yang berkareketer, alim, dan gigih tersebut. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan keteladanan dari almarhum," ucap Helmy.

Hal senada juga disampaikan salah satu Ketua PBNU, Robikin Emhas. Menurut Robikin, Gus Hilman merupakan kader muda NU yang luar biasa. Selain karena dididik langsung oleh mantan Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi, Gus Hilman juga memiliki gairah belajar yang tinggi.

"NU sangat kehilangan atas wafatnya Gus Hilman. Semoga generasi muda NU lainnya dapat meniru kecintaan Gus Hilman terhadap ilmu dan pengabdiannya untuk kemaslahatan umat, bangsa dan negara," katanya.

"Saya menyerukan agar warga nahdliyin dimanapun berada melakukan sholat ghaib," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement