Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Dompet Dhuafa Luncurkan Jaringan Global di 30 Negara

Kamis 12 Dec 2019 04:16 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Dwi Murdaningsih

Rangkaian Youth For Peace Camp (YFPC) 2019 kembali dihelat. Dompet Dhuafa mencoba hubungkan pegiat muda untuk berdayakan perempuan

Rangkaian Youth For Peace Camp (YFPC) 2019 kembali dihelat. Dompet Dhuafa mencoba hubungkan pegiat muda untuk berdayakan perempuan

Foto: Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa mengajak membangun perdamaian internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Dompet Dhuafa meluncurkan jaringan global di 30 negara. Peluncuran jaringan global Dompet Dhuafa itu berlangsung di Balai Kartini, Jakarta pada Rabu (11/12).

Baca Juga

Peluncuran jaringan global Dompet Dhuafa merupakan rangkaian dari Youth For Peace Camp 2019. Bertajuk Peluncuran Jaringan Global Dompet Dhuafa, Roadmap Peran Indonesia untuk Membangun Perdamaian Internasional, acara itu dihadiri oleh 30 aktivis muda dari perwakilan 30 negara.

"Di era 4.0 ini Dompet Dhuafa meyakini bahwa banyak orang ingin terlibat dalam perdamaian dunia. Youth For Peace Camp 2019 adalah momentum utama dalam meningkatkannya," ucap Eksekutif Direktur Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan.

Acara itu juga dihadiri Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri, Achsanul Habib, Founder Asian Moslem Action Network, Abdus Sabur, Program Officer Humanitarian Affairs -ICRC, Ahmad Nasrullah dan Dewan Syariah Dompet Dhuafa.

Imam menjelaskan mengutip data Badan Pengungsi PBB (UNHCR) pada 2018 terdapat 70,8 juta orang terlantar di seluruh dunia, dengan sekitar 29,8 juta adalah pengungsi dan 92.400 pengungsi di pindahkan ke negara lain. Konflik berdampak pada meningkatnya jumlah pengungsi dan pencari suaka hingga melarikan diri dari negaranya untuk mencari keamanan.

Sebagai respon kemanusiaan, Dompet Dhuafa telah membantu penanganan ratusan pengungsi khususnya orang etnis Rohingya yang terdampar di wilayah Langsa, Aceh sejak 2015. Para pencari suaka ini mendapatkan bantuan baik berupa logistik makanan dan layanan kesehatan yang berasal dari amanah donatur Dompet Dhuafa.

Selain itu, menurutnya Dompet Dhuafa juga turut berkontribusi dalam pendidikan untuk pengungsi Rohingya yakni melalui program School for Refugees yanh hadir untuk mengasah keterampilan bagi pengungsi Rohingya. Program ini diterapkan di dua titik pengungsian yakni di Bayeun dan Langsa.

"Respon kemanusiaan Dompet Dhuafa tak hanya dalam negeri saja, namun telah dilakukan di beberapa negara yang tengah mengalami konflik kemanusiaan seperti di Gaza Palestina. Dompet Dhuafa juga mendistribusikan 500 paket makanan per harinya di negara tersebut dengan menggunakan mobil khusus layanan dapur umum. Hingga bencana alam lainnya seperti di Somalia, Nepal, Myanmar, dan Filipina," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA