Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

ACT Hadirkan Lumbung Ternak Wakaf di Tasikmalaya

Rabu 11 Dec 2019 18:56 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Dwi Murdaningsih

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin meresmikan Lumbung Ternak Wakaf di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/12).

Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin meresmikan Lumbung Ternak Wakaf di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/12).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Lumbung ternak sekaligus untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) meresmikan Lumbung Ternak Wakaf di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (11/12). Peresmian lumbung ternak itu dilakukan sekaligus untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin mengatakan, ternak memiliki nilai strategis bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menyebutkan, dari sisi sosial, tradisi kultural, acara keagamaan, dan ekonomi, ternak memegang peranan penting.

Secara kultural, pemeliharaan ternak masih dianggap sebagai kegiatan sampingan dan hasilnya pun hanya dianggap sebagai tambahan atau tabungan pada saat ada keperluan yang besar.

"Dengan edukasi pengelolaan ternak yang lebih profesional, ternak memiliki peranan penting bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pemenuhan kebutuhan pangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak melalui sistem agrobisnis peternakan berbasis wakaf menuju kedaulatan pangan nasional,” kata dia, Rabu.

Program Lumbung Ternak Wakaf menggunakan model filantropi baru melalui wakaf sebagai investasi produktif yang hasilnya terus berputar. Hasil pengelolaan aset wakaf digunakan untuk membangun dan mengembangkan kesejahteraan peternak agar lebih produktif dan mandiri.

Baca Juga

Fokus penggunaan Lumbung Ternak Wakaf terdiri dari beberapa fungsi. Pertama, sebagai pusat pembibitan ternak domba yang akan menghasilkan bibit-bibit domba unggulan. Kedua, sebagai pusat penggemukan domba yang akan menghasilkan domba unggul siap potong.

 Ketiga, sebagai pusat edukasi wisata wakaf dan farm training yang memberikan gambaran menarik tentang konsep wakaf produktif dan juga edukasi terkait konsep Good Management Practice (GMP) bagi masyarakat untuk berkunjung mulai dari siswa, mahasiswa, peternak, pengusaha, donator, pewakif, lembaga pendidikan, dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA