Ahad 08 Dec 2019 15:49 WIB

Zulhas Minta ICMI Ikut Aktif dalam Pembangunan

Zulhas meminta ICMI bersama-sama pemerintah membangun negeri

Rep: Febrian Fachri/ Red: Esthi Maharani
Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie bersama Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Rektor UNP Ganefri
Foto: Republika/Febrian Fachri
Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie bersama Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Rektor UNP Ganefri

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG- Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) bersama-sama dengan pemerintah untuk melakukan pembangunan negeri untuk jangka panjang. Menurut Zulhas, ICMI yang berisikan kaum cendikiawan mengembangkan konsep pembangunan yang membumi. Yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat banyak.

"Saya mengatakan kita bersama-sama melakukan pembangunan  negeri ini. ICMI harus mengembangkan konsep membumi, artinya yang bisa langsung dirasakan oleh publik," kata Zulkifli usai menghadiri penutupan Silaknas ICMI ke 29 di Universitas Negeri Padang, Ahad (8/12).

Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu mengatakan saat ini publik sudah tidak percaya lagi dengan jargon dan retorika yang tidak berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Hal itu menurut Zulkifli dibuktikan pada hasil Pemilu Presiden 2019 di mana isu agama tidak lagi mempan mempengaruhi opini dan pendapat rakyat. Rakyat dewasa ini kata Zulhas hanya memperdulikan kebijakan yang dampaknya langsung dirasakan pada kehidupan sehari-hari.

"Jadi isu agama, bicara surga neraka, masyarakat tidak lagi terlalu peduli. Sekarang kebijakan kita berdampak pada kesejahteraan masyarakat atau tidak," ucap Zulkifli.

Karena kondisi seperti itu, menurut Zulkifli pemerintah, parlemen dan organisasi seperti ICMI harus membuat hal-hal positif yang dampaknya langsung bersentuhan dengan kehidupan rakyat banyak. Zulhas menyarankan ICMI memberikan sumbangan pemikiran-pemikiran cemerlang kepada DPR, Presiden sampai Kementerian untuk demi manfaat besar buat masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement