Senin 02 Dec 2019 18:44 WIB

Mahathir Harap Muslim Tunjukkan Sifat Mulia

Sifat mulia Muslim perlu ditunjukkan agar tujuan dakwah tercapai.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.
Foto: Antara/ICom/AM IMF-WBG/Afriadi Hikmal
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

REPUBLIKA.CO.ID, PETALING JAYA -- Perdana Menteri Tun Mahathir Mohamad mengatakan Muslim harus menunjukkan perilaku yang baik dan sifat-sifat mulia agar dapat menjadi contoh yang baik untuk semua, terutama untuk menarik non-Muslim terhadap ajaran Islam.

Dilansir di New Straits Times, Sabtu (30/11), dia mendesak agar perilaku negatif seperti intoleran, rasialis, dan berdebat yang tidak perlu harus dikesampingkan sehingga tujuan umat Islam untuk berdakwah dapat tercapai.

Baca Juga

"Non-Muslim akan sulit menerima kita jika sering menunjukkan karakteristik negatif dan kegagalan hidup. Kita harus menunjukkan karakteristik yang baik, insya Allah, mereka akan tertarik pada perbuatan kita dan percaya pada ajaran Islam," katanya dalam Pertemuan Umum Tahunan ke-58 Organisasi Kesejahteraan Muslim Malaysia (Perkim).

Menurut dia, jika seorang Muslim memperlihatkan rasa permusuhan dan perpecahan, tidak hanya akan merusak komunitas itu sendiri tetapi juga akan menghancurkan sebuah bangsa. Mereka pun akan menganggap Islam merupakan agama gagal.

"Jika kita terlalu dipengaruhi oleh perasaan emosional kita, maka itu akan menyebabkan kekacauan yang pada gilirannya hanya akan melihat Muslim kalah. Beginilah pandangan negara-negara Timur Tengah," ujar dia.

Presiden Perkim ini juga mengatakan orang-orang di Timur Tengah merasa tidak aman. Mereka sering berperang karena mereka selalu berselisih satu sama lain atau berbeda dalam pemahaman mereka meskipun agama yang sama.

Mereka bermusuhan satu sama lain, dan ketika mereka bermusuhan satu sama lain, sebagian lainnya mengambil keuntungan dari situasi ini. Sedangkan yang lainnya memasok senjata dan uang kepada pihak-pihak yang bermusuhan, yang pada gilirannya memicu perang dan menyebabkan negara itu kehilangan kedamaian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement