Selasa 26 Nov 2019 20:52 WIB

Wakaf Sumur Jadi Solusi Kekeringan di Dusun Glagah

Komunitas Omah Sinau memiliki kegiatan Gerbu mengumpulkan dana wakaf sumur.

Warga Gunung Kidul Soejati, melalui program wakaf sumber air Rumah Zakat bekerja sama dengan Omah Sinau menyalurkan bantuan berupa wakaf sumur dan infrastruktur sumber air bersih, Senin (25/11)
Foto: rumah zakat
Warga Gunung Kidul Soejati, melalui program wakaf sumber air Rumah Zakat bekerja sama dengan Omah Sinau menyalurkan bantuan berupa wakaf sumur dan infrastruktur sumber air bersih, Senin (25/11)

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Warga Gunung Kidul Soejati, melalui program wakaf sumber air Rumah Zakat bekerja sama dengan Omah Sinau menyalurkan bantuan berupa wakaf sumur dan infrastruktur sumber air bersih, Senin (25/11). Infrastruktur ini dimanfaatkan warga Dusun Glagah, Kabupaten Gunung Kidul.

Gunungkidul adalah salah satu kabupaten di Yogyakarta yang kerap mengalami kekeringan ketika musim kemarau tiba. Tak terkecuali di Dusun Glagah, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, kondisi tanahnya tandus dan sulit mencari sumber air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga

Para donatur yang tergabung dalam komunitas Omah Sinau memiliki kegiatan Gerbu (Gerakan Seminggu Seribu). Dalam kegiatan ini, para ibu-ibu menyisihkan uangnya seminggu seribu rupiah dan turut serta dalam gerakan wakaf sumber air.

Saat ini wakaf sumur tersebut memberikan manfaat untuk 75 KK (200 jiwa), dua masjid, dan satu TK untuk tiga desa di satu kecamatan. Sebelum adanya bantuan sumur, para wali murid di TK Quatul Islam bergantian menyediakan air bersih dengan mengisi bak mandi sekolah untuk keperluan anak-anak.

Mereka harus menempuh jarak sejauh 2 KM untuk sampai ke sumber air. Setelah sumur ada, kini air bersih bisa langsung mengalir ke bak-bak mandi dan tidak perlu piket lagi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement