Selasa 26 Nov 2019 13:13 WIB

Pakar Pendidikan Islam Dunia Bertemu Bahas Bentuk Ideal UIII

Pemerintah ingin UIII dapat menjadi perguruan tinggi internasional berkualitas global

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Pembangunan Kampus UIII Depok.
Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Pembangunan Kampus UIII Depok.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sejumlah pakar pendidikan Islam dunia mengadakan pertemuan di Indonesia dalam rangka memberikan masukan terhadap bentuk Universitas Islam Internasional Indonesia, di Hotel Pullman, Jakarta, (26/11). Mereka membahas konsep ideal bagi Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang tengah dibangun di Depok, Jawa Barat dan direncanakan menjadi pusat studi keislaman dunia.

Pertemuan dengan tajuk "Seizing The Moment For Inventing Muslim Civilization" ini dibuka oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin yang hadir sebagai keynote speaker. Dia menuturkan, pemerintah ingin UIII dapat menjadi perguruan tinggi internasional berkualitas global.

Baca Juga

"Indonesia adalah negara islam demokratis terbesar di dunia. Kita layak menjadi rujukan pengembangan ilmu pengetahuan keislaman yang berkualitas global," tutur dia.

Wapres Ma'ruf menjelaskan, sejak pertama kali masuk Indonesia pada abad ke-8, Islam berkembang pesat dan diterima dengan baik tanpa perang. Para penyebar Islam menggunakan aktifitas perdagangan dan sosial sebagai sarana yang pintar untuk membawa misi keagamaan.

Hal itulah yang menurut Kiai Ma'ruf membuat Islam Indonesia memiliki ciri Islam moderat yang langka di dunia. Karena itu dibutuhkan sebuah pusat pendidikan dan penelitian yang berkualitas, agar keindahan Islam Indonesia dapat tersebar luas ke seluruh dunia.

"Selain pusat studi, lembaga ini penting untuk bisa menjadi pusat penyebaran kebudayaan Islam yang modern, toleran, dan berkemajuan," tambahnya.

Kiai Ma'ruf dalam kesempatan itu juga meminta seluruh akademisi dunia yang hadir agar memberikan kontribusi pemikiran agar UIII menemukan bentuk yang ideal dalam bingkai pengembangan Islam yang berciri rahmatan lil 'alamin.

Di antara akademisi Islam dunia yang hadir adalah, Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Mesir, Prof Dr Mohamed Abouzaid Alamair, Wakil Rektor Universitas Qurawiyyin, Fez, Maroko Prof. Dr. Mohamed Adiouane, Prof. James Piscatori dari Australian National University Centre for Arab and Islamic Studies, Prof. Dr. Philip Buckley dari McGill University, Montreal Kanada, Prof. Dr. Mohammad al- Rougi dari University of

Muhammad al-Khamis, Rabat, Maroko,Prof. Abdullah Sahin dari University of Warwick, Inggris, dan Prof. Dr. Moncef ben Abdeljelill dari Sousse University, Tunisia.

Sementara itu, akademisi dalam negeri yang hadir di antaranya Prof. Dr. Azyumardi Azra, dan Prof. Dr. Quraish Shihab, MA.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi