Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Sulawesi Tengah Termasuk Provinsi dengan Kerukunan Tertinggi

Jumat 22 Nov 2019 23:26 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Kerukunan Beragama (Ilustrasi)

Kerukunan Beragama (Ilustrasi)

Foto: Republika/Mardiah
Sulawesi Tengah dikenal kebersamaan antarumat beragama.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU— Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, menyatakan Sulawesi Tengah, merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tinggi kualitas kerukunan antarumat beragama.

Baca Juga

"Adanya kekompakan, kebersamaan antara tokoh agama, FKUB, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah provinsi, TNI dan Polri, mencerminkan suatu kerukunan," kata Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, di Palu, Jumat (22/11).

Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, dijadwalkan akan berpidato di hadapan ribuan tokoh agama, masyarakat, ormas dan organisasi kepemudaan di Sulawesi Tengah, Jumat malam (22/11).

Pria asal Bali itu akan membuka rapat kerja FKUB Sulawesi Tengah tahun 2019, di Palu. Selain itu, ia juga akan menjadi pembicara dalam seminar meningkatkan kualitas kerukunan antaragama, dan memimpin deklarasi tokoh lintas agama mewujudkan kerukunan di Sulteng secara khusus dan di Indonesia.

Ida mengemukakan, kerukunan tidak bisa terwujud sendiri, bila tanpa ada kepedulian dan semangat yang tinggi dari semua pihak, tokoh lintas agama, pemuda, masyarakat, adat, pemerintah, Polri dan TNI.

Olehnya, keterlibatan semua pihak dan semua komponen masyarakat sangat penting untuk mewujudkan kerukunan daerah dan nasional.

Meningkatnya kualitas kerukunan, secara otomatis berdampak terhadap meningkatnya perdamaian. Degan begitu, akan berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan daerah dan pembangunan nasional.

"Kemitraan harus terbangun, antara Polri atau Polda, TNI, gubernur, dan semua pihak, bersama FKUB. Hal ini menunjukkan adanya komitmen dan kepedulian mewujudkan kesatuan dan persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.

Semua pihak, kata dia, harus menyadari bahwa kerukunan sangatlah penting dan harus menjadi harga mati untuk terus ditingkatkan dan diwujudkan.

Karena itu, ujar dia, rapat kerja FKUB Sulawesi Tengah tahun 2019, harus menjadi perhatian dan kepentingan semua pihak untuk berpartisipasi tingkatkan kualitas perdamaian daerah dan nasional.

"Rapat kerja FKUB harus menjadi kebahagiaan semua pihak, dan Sulteng harus menjadi rujukan daerah lain," sebutnya.

Ketua FKUB Sulteng, Prof KH Zainal Abidin, mengemukakan rapat kerja FKUB menjadi fondasi pembangunan kerukunan antaragama, yang berujung pada upaya menangkal tumbuh dan berkembangnya gerakan terorisme, intoleransi, dan ekstremisme serta transnasional.

"Inilah momentum semua pihak utamanya tokoh lintas agama membangun satu kesamaan persepsi lewat satu gerakan program jangka menengah dan pendek, untuk membangun kualitas perdamaian dan kerukunan di Sulteng, demi menunjang upaya pembangunan kerukunan nasional," kata Prof Zainal.            

Guru besar pemikiran Islam modern sekaligus rektor pertama IAIN Palu itu menyebut, salah satu upaya mendukung target pembangunan perdamaian daerah dan nasional, maka FKUB Sulteng pascaraker akan membentuk wilayah-wilayah percontohan kerukunan.

Sekretaris FKUB Sulteng, Dr Muhtadin, menjelaskan  sebelum dilaksanakan rapat kerja FKUB 2019, pihaknya telah berupaya memperkuat hubungan antarsesama agama lewat kegiatan cinta kerukunan "muhibbah kerukunan".

"Muhibah kerukunan ini dikemas dalam bentuk kunjungan ke rumah-rumah ibadah atau majelis organisasi keagamaan. Ini sebagai salah satu kegiatan keumatan dalam rangka membangun kerukunan dan kehidupan umat beragama yang damai di Sulawesi Tengah," katanya. 

Muhtadin menjelaskan muhibah kerukunan dimaksudkan untuk membangun silaturahim dan mempererat keakraban FKUB dengan pimpinan majelis agama bersama umatnya, serta mendapatkan saran dan masukan dari pimpinan majelis agama/umatnya tentang pola pembinaan kerukunan umat yang efektif dan berkelanjutan.

Kemudian, akademisi IAIN Palu itu mengemukakan, muhibah kerukunan sebagai tindakan pencegahan dini kesalahpahaman umat dan mengikis potensi kecurigaan antarumat beragama.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA