Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Puisi Sufi Rumi: Ku Panggil Kau Sang Penguasa Cinta

Jumat 22 Nov 2019 05:39 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

 Jamaah melakukan Tarian Sufi (Darvis Whirling Dance) di Rumi Cafe di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/6) malam.

Jamaah melakukan Tarian Sufi (Darvis Whirling Dance) di Rumi Cafe di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/6) malam.

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Puisi Rumi sangat kental dengan nuansa cinta kepada Allah SWT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Syair dan puisi dari Sufi asal Iran, Jalaluddin Rumi, merupakan bait-bait cinta kepada Allah SWT. Membaca karya-karyanya tak hanya menenteramkan jiwa, namun juga mengajak siapapun mendekat kepada Allah dan kebaikan. 

Baca Juga

Jalaluddin Rumi dikenal dari beragam karyanya. Salah satu masterpiece dari karyanya adalah kitab Matsnawi yang ditulis pada abad ke-13. Matsnawi sendiri terdiri dari 26 ribu bait dan dihimpun dalam enam jilid buku.  

Rumi membagi tiap-tiap buku menjadi beberapa bab dengan panjang yang berbeda-beda. Di dalam buku pertama misalnya, terdapat 12 kisah atau wacana keislaman yang disuguhkan. Banyak bait tunggal dalam Matsnawi yang memiliki makna mendalam terhadap Allah SWT yang diiringi dengan tatanan bahasa yang estetis.  

Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin mengatakan, di samping tarian dan musik, puisi juga memainkan peran sentral dalam menyampaikan ajaran-ajaran yang tak bisa disampaikan secara deskriptif.   

Seperti puisi cinta kepada Allah SWT dari Jalaluddin Rumi berikut:

Orang lain memanggilmu cinta, 

Kupanggil Kau Sang Penguasa Cinta

Oh, Kau yang lebih tinggi

Dari khayalan ini dan itu

Jangan pergi tanpaku

Cendikiawan Muslim Haidar Bagir pernah menjabarkan bahwa ketika manusia biasa berusaha menjadikan Allah sebagai tujuan akhir dalam amalan ibadahnya, maka sufi setingkat Jalaluddin Rumi justru telah berjalan bersama-sama Allah dalam setiap nafasnya. Allah adalah kekasihnya, dan ia tak mau kehilangan barang sedetik pun.   

Seperti kata Rumi: "Aku milikMu, jangan kembalikan diriku kepadaku,". 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA