Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Muhammadiyah Usulkan Gelar Pahlawan untuk 4 Tokohnya

Kamis 21 Nov 2019 01:10 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Nashih Nashrullah

Resepsi Milad Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meenyampaikan sambutan saat Resepsi Milad ke-107 Muhammadiyah di Sportorium UMY, Yogyakarta, Senin (18/11).

Resepsi Milad Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meenyampaikan sambutan saat Resepsi Milad ke-107 Muhammadiyah di Sportorium UMY, Yogyakarta, Senin (18/11).

Foto: Republika/ Wihdan
Gelar pahlawan dari dua tokoh pria dan dua tokoh perempuan Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan mengusulkan pemberian gelar pahlawan nasional masing-masing untuk Prof HM Rasjidi dan HM Roeslan Abdul Ghani. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP MUhammadiyah, Haedar Nashir, saat Resepsi Milad ke-107 Muhammadiyah.

Baca Juga

Haedar sendiri mengaku bersyukur atas penganugerahan gelar pahlawan nasional yang telah diberikan kepada KH Kahar Muzakkir. Selain tokoh Muhammadiyah, Kahar Muzakkir merupakan Panitia Sembilan BPU-PKI-PPKI. 

Kahar menjadi tokoh ketiga Muhammadiyah dalam periode ini yang sukses diperjuangkan menerima gelar pahlawan nasional. Sebelumnya, ada Ki Bagus Hadikusumo pada 2015 dan Kasman Singodimedjo pada 2018.

Prof HM Rasjidi merupakan menteri agama RI pertama yang diangkat pada 3 Januari 1946. Sedangkan, HM Roeslan Abdul Ghani merupakan menteri luar negeri RI pada 1956-1957.

Selain itu, Muhammadiyah akan mengusulkan Srikandi Aisyiyah, Hayyinah dan Munjiyah. Mereka merupakan pelopor pergerakan perempuan yang telah mendorong lahirnya Kongres Perempuan Pertama pada 1928. 

"Mereka sungguh tidak berpamrih menjadi pahlawan, tapi kita harus menghargai pengabdiannya, selain mengikuti jejak perjuangannya," kata Haedar di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (18/11).

Sejauh ini, memang cukup banyak tokoh-tokoh dari Muhammadiyah yang dianugerahi gelar pahlawan nasional. Mulai dari KH Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah Dahlan, pendiri persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Selain itu, ada Soekarno dan Fatmawati. Penganugerahan gelar pahlawan nasional seajab menjadi penegas sumbangsih besar yang telah dipersembahkan Muhammadiyah untuk Indonesia. (Wahyu Suryana)

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA