Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Sukabumi Perkuat Enpat Pilar Masjid Hingga Madrasah

Sabtu 16 Nov 2019 08:58 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi meluncurkan aplikasi digital metode pembelajaran karakter berbasis wayang Sukuraga di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (23/7).

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi meluncurkan aplikasi digital metode pembelajaran karakter berbasis wayang Sukuraga di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Selasa (23/7).

Foto: Dok Rumah Budaya Sukuraga
Keempat pilar itu yakni madarasah, masjid, pondok pesantren, dan majelis taklim.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kota Sukabumi berupaya memperkuat empat pilar dalam memperkokoh bidang keagamaan. Keempat pilar itu yakni madarasah, masjid, pondok pesantren, dan majelis taklim. "Keberadaan madrasah dan tiga lainnya merupakan pilar dalam memperkokoh peradaban Islam," ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat menghadiri Tasyakur bin ni'mat selesainya pembangunan gedung Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliah (MTDA) Al Mahmudah di Jalan Tata Nugraha Ciwaringin, RW 06 Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Jumat (15/11).

Baca Juga

Pembangunan MDTA Al Mahmudah ini merupakan bantuan program bina lingkungan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Sukabumi. Khusus madrasah, Fahmi mengatakan, merupakan salah satu pilar peradaban dalam Islam selain majelis taklim, pondok pesantren dan masjid. Keempatnya menjadi tulang punggung kokoh dan kuatnya agama agar berdiri.

Fahmi mengatakan, upaya memperkuat keempat pilar ini merupakan tugas semua pihak baik swasta, pemerintah, dan warga. Sehingga pemkot menyambut baik adanya bantuan dari BNI untuk pembangunan madrasah. "Ke depan harapannya keberadaan madrasah ini dapat dimaksimalkan keberadaanya," ujar Fahmi. Khususnya dalam membentuk karakter anak yang baik dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

Fahmi menuturkan, saat ini tantangannya banyak anak yang ketergantungan dengan permainan di HP atau gawai. Berdasarkan data Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) ada sebanyak 38 anak yang kecanduan game di HP.

"Tugas orangtua dan lembaga pendidikan serta pemerintah dalam edukasi mengurangi intensitas menggunakan gawai dengan berbagai kegiatan," kata Fahmi. Contohnya pemkot menggulirlan program gerakan subuh berjamaah keliling dan gerakan Magrib mengaji di masjid. Sehingga kata Fahmi peran ke empat pilar ini sangat penting dalam perjalanan suatu wilayah. "Kami akan memperhatikannya dengan maksimal," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA