Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Tak Tergoda Politik Praktis, Muhammadiyah Tuai Pujian

Ahad 17 Nov 2019 21:00 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Teguh Firmansyah

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. KH. Nasaruddin Umar

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. KH. Nasaruddin Umar

Foto: Republika TV/Nugroho Habibi
Muhammadiyah dinilai dipimpin oleh orang yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Guru Besar dan Rektor Institut PTIQ Nasaruddin Umar mengucapkan selamat atas perjuangan Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang memajukan bangsa. Tak hanya itu, apresiasi terhadap Muhammadiyah juga dilontarkan lantaran ormas tersebut nyaris tak tergoda politik praktis.

Baca Juga

“Saya salut dan bangga, Muhammadiyah tetap pada jalurnya. Tak tergoda politik praktis,” kata Nasaruddin saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (17/11).

Sebagai seorang yang berlatar belakang NU, Nasaruddin mengaku sangat memperhatikan pergerakan Muhammadiyah. Baik di bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi.

Sejumlah pencapaian Muhammadiyah pun dinilai sangat gemilang.  Bergerak dari organisasi yang berbeda, dia mengaku sangat terpacu dan termotivasi oleh pergerakan yang dilakukan Muhammadiyah.

Terlebih saat ini Muhammadiyah dinilai dipimpin oleh orang yang tepat dan jauh dari sikap kontroversial. “Saya pribadi salut dengan Pak Haedar Nashir, orangnya kalem tapi sangat menguasai. Jadi beliau itu right man on the right track,” katanya.

Dia berharap ke depannya Muhammadiyah dapat lebih memacu sejumlah pergerakan amaliah yang terus diperjuangkan. Termasuk sejumlah langkah ekspansi di bidang pendidikan dan bisnis ke lingkup internasional.

Seperti diketahui, sebagai organisasi masyarakat (ormas) Islam, Muhammadiyah telah ikut serta menemani perjalanan bangsa. Di usia ke-2 abad, Muhammadiyah terus melakukan pergerakan ke arah kebaikan.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA