Rabu 13 Nov 2019 13:35 WIB

Pelaksanaan Dzikir Nasional Republika Diapresiasi

Dzikir Nasional sangat bagus dan perlu didukung.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko
Dzikir Nasional
Foto: Republika
Dzikir Nasional

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Republika kembali menggelar Dzikir Nasional di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur pada malam pergantian tahun. Pakar Sumber Daya Manusia (SDM), Hamied Wijaya turut mengapresiasi Dzikir Nasional ke-17 bertema 'Membangun Generasi Indonesia yang Unggul'.

Hamied mengatakan, Dzikir Nasional sangat bagus dan perlu didukung oleh semua pihak khususnya yang peduli terhadap penciptaan generasi muda bermoral. Mensyukuri pergantian tahun dapat dilakukan dengan banyak cara, secara garis besar dibagi dalam dua cara. 

"Cara pertama dengan mengagungkan nama Allah sambil introspeksi diri untuk memperbaiki perilaku di masa lalu yang kurang baik," kata Hamied kepada Republika, Selasa (12/11) malam.

Ia menerangkan, cara kedua melakukan kegiatan yang cenderung bersenang-senang seperti bernyanyi, makan-makan dan meniup terompet sambil menunggu pergantian tahun serta berharap semoga tahun mendatang lebih sukses. Selalu terjadi tarik menarik antara kedua kutub tersebut, Republika mengambil posisi di kutub yang pertama dengan memilih cara pertama

Mengenai tema Dzikir Nasional, dia menilai sangat tepat karena saat ini Indonesia mengalami bonus demografi. Apabila tidak secara serius dilakukan penanganan khusus terhadap generasi muda Indonesia, mereka akan terperosok pada hal-hal negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, dan perilaku hedonisme.

"Maka memang harus dilakukan cara-cara untuk menarik generasi muda agar menjaga perilaku mereka, meningkatkan kompetensi mereka, menjaga kesehatan mereka, dan ini harus dilakukan secara sistematis, salah satu caranya ya dengan acara Dzikir Nasional ini," ujarnya.

Hamied mengingatkan, sekarang adalah era revolusi industri 4.0 maka semua pihak harus punya kompetensi untuk dapat unggul dan berkompetisi. Menurutnya generasi unggul di era sekarang adalah generasi yang menguasai dan paham tentang teknologi digital.

Generasi unggul menguasai Bahasa Inggris karena saat ini dunia seperti tanpa batas. Untuk bisa ikut dalam pergaulan dunia dibutuhkan penguasaan bahasa internasional. Selain itu generasi unggul menurutnya harus kompeten terhadap minimal salah satu disiplin ilmu.

"Dan yang tidak boleh dilupakan adalah (generasi unggul) harus mempunyai akidah yang kuat, hal ini sangat perlu karena dengan akidah yang kuat maka dia akan tetap punya pijakan yang kuat tentang makna dia bekerja dan sukses sehingga hidupnya tidak hampa," jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement