Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

3 Poin Penting Inti Petuah-Petuah Bijak Luqman

Selasa 12 Nov 2019 23:55 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Tadarus Alquran/Ilustrasi

Tadarus Alquran/Ilustrasi

Foto: AP Photo/Tatan Syuflana
Luqman memiliki petuah bijak yang diabadikan Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, Luqman adalah seorang ahli hikmah. Tentang siapa dan dari mana asal usul tokoh yang sangat melegenda itu, para ulama ahli tafsir memiliki pendapat yang berbeda.

Baca Juga

Abdullah bin Umar Al Khattab berkata: "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Dengan Sesungguhnya aku berkata bahwa Luqman bukanlah seorang nabi, tetapi seorang hamba yang dilindungi Tuhan, banyak bertafakur dan baik keyakinannya. Ia menicintai Allah dan Allah pun mencintainya. Karena itu ia dianugerahi hikmah kebijaksanaan." (mutafaq 'alaih).  

Yang pasti, nama Luqman diabadikan menjadi salah satu nama surah dalam Alquran. Nasihat Luqman kepada anaknya yang disampaikan secara bijak, seperti disebutkan dalam surat Luqman (31) ayat 13 sampai 19 dijadikan model ideal pendidikan anak dalam Islam.   

Bila mencermati wasiat-wasiat Luqman dalam Alquran, setidaknya ada tiga poin pokok yang perlu diamati dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari para orang tua agar anak-anaknya lahir dan tumbuh sebagai Muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.  

Poin pertama, yaitu masalah ketauhidan (iman). Sebelum mengajarkan sesuatu hal yang lain pada anak-anaknya, Luqman menetapkan kerangka dasar keimanan kepada Allah SWT sebagai landasan utama membentuk pribadi anak yang saleh. 

Ajarannya juga disampaikan dengan kasih sayang. Walaupun demikian, Ali menguraikan, pemilihan redaksi kata ‘Yaa Bunayyaa’ (wahai anak-anakku) yang digunakan Luqman dalam menyerukan keimanan kepada anak-anaknya, sangat menyiratkan kalau orang tua juga perlu memperhatikan sentuhan kasih sayang dan kelembutan dalam mendidik anak-anak mereka.

“Kata Ya Bunayya ini mengandung rasa manja, kelembutan, dan kemesraan. Ini artinya, orang tua tidak perlu menanamkan keimanan secara indoktrinasi, penuh ancaman, dan tanpa empati.” 

Poin kedua, yaitu kemampuan Luqman yang dikaruniai Allah dalam memilihkan mana-mana hal prioritas untuk diberikan kepada anak-anak. Dalam penjabaran Surat Luqman ayat 13-19, Ali menjelaskan, “Luqman memanfaatkan rahmat kecerdasan dan kebersihan hatinya untuk lebih dulu menanamkan keimanan sebelum melangkah pada muatan-muatan syariat dan akhlak.” 

Adapun pada poin ketiga, Luqman mencontohkan bagaimana setiap nilai-nilai prinsip dari ajaran-ajaran agama lebih efektif bila disampaikan dengan menyertai argumen-argumen yang kuat. 

Pendidikan Luqman adalah pendidikan yang menyeluruh dan lengkap meliputi asas-asas aqidah, ibadat, akhlak dan dakwah. Oleh sebab itulah Allah telah merekamkan pendidikan Luqman itu untuk dijadikan contoh kepada umat Islam sepanjang zaman. Namun di luar itu semua, kisah Luqman juga membukakan mata kita, bahwa dalam Islam, pendidikan anak bukan mutlak kewajiban kaum ibu, tetapi juga kaum ayah. 

 

 

 

 

  

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA