Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Bangladesh: Islam Datang di Anak Benua India Secara Damai

Selasa 12 Nov 2019 00:00 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Muslim Bangladesh shalat ied di masjid agung Baitul Mukarram in Dhaka, Bangladesh.

Muslim Bangladesh shalat ied di masjid agung Baitul Mukarram in Dhaka, Bangladesh.

Foto: Monirul Alam/EPA EFE
Bangladesh menegaskan Islam didakwahkan para wali secara damai.

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA –  Sekretaris Publikasi Partai Liga Awami (AL) sekaligus Menteri Informasi Bangladesh, Dr Hasan Mahmud, berbicara tentang militansi dan aktivitas mereka dalam pidatonya sebagai kepala tamu pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Auditorium Kazi Bashir di daerah kota Gulistan di Banglasdesh. 

Baca Juga

Dia mengatakan, melukai anggota tubuh manusia atas nama Islam adalah musuh agama. "Mereka yang melakukan aktivitas militan atas nama Islam sebenarnya musuh Islam. Karena aktivitas mereka, orang-orang yang tidak suka Islam dan Muslim mendapatkan peluang untuk menciptakan situasi yang merugikan untuk agama," kata Hasan, dilansir di BSS News, Senin (11/11).

Dia mengatakan, Islam tidak didirikan oleh perang di anak benua tersebut. Akan tetapi, menurutnya, agama Islam didirikan melalui para wali karena semangat perdamaiannya. 

Sementara itu, Hasan mengatakan bahwa sebagian orang tidak merasa segan untuk menyebarkan komentar negatif tentang para wali di kalangan komunitas Muslim. 

Dia menekankan bahwa Islam tidak mendukung militansi. Bahkan, menurutnya, Perdana Menteri Sheikh Hasina mengprotes persepsi tentang keterlibatan Islam dengan militansi di arena internasional.  

"Tolong, jangan katakan militansi Islam. Sebab, Islam tidak mendukung militansi. Anda bisa mengatakan militansi, bukan militansi Islam," ujarnya.

Dalam hal ini, Hasan menekankan perlunya persatuan umat Islam. Pemimpin Liga Awami ini mengatakan, umat Muslim harus tetap bersatu dan memperkuat persahabatan di antara mereka. Dengan demikian, menurutnya, orang-orang Yahudi tidak bisa membunuh anak-anak di Palestina, Myanmar tidak bisa memaksa Muslim Rohingya meninggalkan tanah air mereka, dan Muslim di seluruh dunia tidak akan dianiaya.

Hasan juga mengimbau semua pihak agar tetap waspada agar tidak ada pihak yang bisa menghancurkan kerukunan masyarakat di negara itu. Ia juga memanjatkan do'a kepada Allah SWT untuk persatuan dan solidaritas yang lebih kuat dari umat Muslim. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA