Kamis 07 Nov 2019 19:00 WIB

Kesurupan? Ini Beda Penjelasannya Menurut Islam dan Barat

Islam dan dunia modern Barat berbeda memandang kesurupan.

Siswa kesurupan.   (ilustrasi)
Foto: Antara
Siswa kesurupan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Fenomena kesurupan dijelaskan Islam sejak awal. Penyebabnya, adalah gangguan jin jahat dan setan. Hanya saja, jin dan setan itu hanya bisa menguasai orang-orang yang tidak percaya pada Allah.

Ibnu Taimiyah dalam Majmu al- Fatwa menyebutkan tentang fenomena ini: ''Jin yang masuk dalam tubuh seseorang itu akan menyebabkan dia berbicara dengan kata yang tidak runtut, tak lagi mengenali dirinya, bahkan untuk kasus yang parah, dia bisa membunuh unta tanpa dia sendiri menyadarinya.''

Alquran juga menyodorkan fakta tentang kesurupan. Hal ini tersebut dalam surah Al Baqarah ayat 275, ''Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena tekanan penyakit gila...''

Fenomena kesurupan ada dalam setiap bangsa dan agama. Ilmu pengetahuan juga turut membahasnya. Bila dulu kesurupan hanya diyakini sebagai bentuk campur tangan jin, setan, atau "makhluk" jahat dari neraka, maka sejak beberapa dekade lampau, sains menganalisa fenomena ini dari sudut pandang ilmu jiwa.

Kesurupan, seperti disebut dalam situs www.religion-cult.com, disebut sebagai "kelainan sesaat" pada otak. Fenomena ini bisa terjadi pada orang dengan tourette syndrome, schizophrenia, epilepsi, dan kelainan psikiatrik lainnya.

Kendati sudah dijangkau sains, pendekatan secara spiritual tetap dilakukan. Dalam Katolik, Vatikan bahkan melakukan pendidikan khusus bagi pastor pengusir setan. Mengutip LA Times, dalam 20 tahun terakhir, Italia sudah melantik 300-400 pastor khusus pengusir setan (exorcist priest).

Menurut media yang terbit di Amerika Serikat itu, kasus kesurupan menunjukkan tren meningkat. Fenomena kesurupan ini bahkan pernah booming di Amerika Serikat sesaat setelah film horor The Exorcist diluncurkan pada 1973.

Saat itu, Keuskupan Chicago kewalahan menerima order pengusiran setan, sehingga perlu menambah banyak tenaga pastur yang mempunyai keahlian khusus tentang itu. Hal ini direspon oleh Paus Johannes Paulus II penambahan jumlah pastur exorcist.

Di Amerika Utara, setidaknya ditemukan lebih dari 100 kasus kesurupan per tahun. Penanganannya melibatkan exorcist lintas agama, disesuaikan dengan kepercayaan orang yang kesurupan. Di Meksiko angkanya lebih tinggi lagi. Pernah dilaporkan terdapat lima kasus kesurupan yang terjadi dalam satu hari.

 

 

 

 

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement