Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Jasadnya Hidup Tapi Hatinya Mati, Siapa Mereka?

Rabu 06 Nov 2019 06:47 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Berdoa di Bukit Tsur

Ilustrasi Berdoa di Bukit Tsur

Foto: Republika/Heri Ruslan
Manusia yang hidup tapi hatinya mati sangat banyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hati merupakan pusat dari aktivitas kehidupan manusia. Hati menjadi tolok ukur dari sehat atau tidaknya spritualitas seseorang. Jika hati bersih dan baik, baik pula seluruh raga, dan demikian sebaliknya. Begitu sebagaimana digarisbawahi Rasulullah SAW dalam hadisnya. 

Baca Juga

Namun, bagaimana mengetahui bahwa hati seseorang bermasalah atau bahkan telah mati secara kasat mata? Ibnu Athaillah dalam kitab al-Hikam menjabarkan mengenai ciri-ciri orang dengan hati yang mati. Salah satu cirinya adalah tak merasa bersalah atas perbuatan dosa dan kelalaian ibadah yang telah diperbuat.  

Beliau dalam kitab tersebut menjabarkan bahwa orang yang lalai dalam ibadah serta kebaikan yang diperintahkan Allah SWT, maka rutinitasnya sehari-hari akan terasa hambar. Tak hanya itu, mereka juga tak akan merasakan kebahagiaan atau keresahan sama sekali.   

Misalnya, ketaatan tak akan membuatnya merasa bahagia dan kemaksiatan tak akan membuatnya resah. Orang dengan ciri-ciri seperti ini merupakan manusia yang memiliki hati mati. Tak hanya itu, orang dengan hati yang mati cenderung lebih mengutamakan hawa nafsunya ketimbang apapun yang berkaitan dengan ketaatan kepada Allah.  

Allah berfirman dalam Surat al-Furqan ayat 43 berbunyi: "Araayta manttakhadza ilahahu hawaahu afa-anta takunu alaihi wakiila.". 

Yang artinya: "Sudahkah engkau (wahai Muhammad) melihat orang yang menjadikan nafsunya sebagai tuhannya? Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?". 

Sementara itu Imam Hasan al-Bashri pernah menyampaikan bahwa orang yang hatinya mati dan sakit akan mengikuti jalan-jalan keburukan. Sedangkan manusia dengan hati yang sehat dan hidup akan berupaya meninggalkan perbuatan dosa dan memohon ampun kepada Allah. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA