Rabu 30 Oct 2019 03:30 WIB

Incar Indusri Halal, Indonesia Akan Gelar Halal Summit 2020

Indonesia harus menjadi pemain utama dalam industri halal.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolanda
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpose sebelum sesi foto bersama Kabinet Indonesia Maju di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpose sebelum sesi foto bersama Kabinet Indonesia Maju di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Indonesia Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi memaparkan prioritas politik luar negeri Indonesia di masa pemerintahan kedua Joko Widodo. Salah satunya yakni penguatan diplomasi ekonomi dengan mengadakan menjadi pemain utama pada industri halal.

"Di tahun 2020, Indonesia akan menggelar Halal Summit 2020," ujar Retno kepada wartawan di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (29/10).

Hal itu dilakukan sebab Indonesia merupakan negara mayoritas Musilm terbesar di dunia. Sehingga, kata dia, Indonesia harus menjadi pemain utama dalam industri halal.

Dalam hal ini Indonesia akan makin memfokuskan pada sektor di mana Indonesia memiliki nilai tambah. Salah satunya dengan mengembangkan ekosistem dan kebijakan yang mendukung perkembangan industri-industri pengolahan sumber daya alam.

"Diplomasi juga akan bekerja untuk mendorong produk unggulan yang berorientasi ekspor serta mendukung pembiayan proyek infrastuktur dan industri strategis ke luar negeri," katanya.

Langkah-langkah ini penting dilakukan untuk memastikan produk unggulan yang berorientasi ekspor dapat terus didorong. Di saat yang sama, ekspansi peran perusahaan-perusahaan Indonesia di luar negeri juga dapat difasilitasi.

Retno juga telah mengajak Maroko melalui Menlunya Nasser Bourita yang mengunjungi Indonesia Senin (28/10) untuk berpartisipasi dalam Halal Summit 2020.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement