Ahad 27 Oct 2019 23:07 WIB

Wapres Maruf Amin Minta Santri Mandiri Secara Ekonomi

Pemerintah mendorong santri berusaha dengan meluncurkan arus baru ekonomi.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meresmikan malam karnaval budaya santri atau Santri Culture Night Carnival (SCNC) 2019 di Surabaya, Ahad (27/10) malam.
Foto: Fauziah Mursid
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meresmikan malam karnaval budaya santri atau Santri Culture Night Carnival (SCNC) 2019 di Surabaya, Ahad (27/10) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menginginkan para santri tidak hanya menguasai ilmu keagamaan, tetapi juga di bidang perekonomian. Ma'ruf berharap para santri bisa mandiri secara ekonomi dan menjadi santri-santri entrepreneur.

Itu disampaikan Ma'ruf saat meresmikan malam karnaval budaya santri atau Santri Culture Night Carnival (SCNC) 2019 di Surabaya, Ahad (27/10) malam. Acara tersebut merupakan puncak peringatan Hari Santri 2019 itu adalah karnaval budaya santri pertama di Indonesia.

Baca Juga

"Saya mengharapkan santri itu Gus Iwan, apa itu Gus Iwan? (yakni) Santri bagus, pinter, ngaji usahawan," ujar Ma'ruf yang kemudian disambut tawa oleh para hadirin di Santri Culture Night Carnival (SCNC) 2019 di Surabaya, Ahad (27/10) malam.

Ma'ruf meminta para santri untuk tampil di dunia usaha. Dengan begitu, dunia usaha tidak hanya dikuasai kalangan nonsantri. "Kita harapkan santri-santri entrepreneur santri wirausaha. Seperti yang ditunjukan melalui Gerakan Nahdlatut Tujjar; santri Tujjar, harus tampil jangan sampai dunia usaha hanya dikuasai oleh segelintir orang bukan santri," ujar Ma'ruf lagi.

Ma'ruf pun mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang telah menggagas upaya pengembangan usaha masyarakat, terutama kalangan santri di Jawa Timur.

Ma'ruf mengungkap, saat ini, upaya yang dilakukan Pemerintah untuk mendorong para santri berusaha, dengan meluncurkan arus baru ekonomi. Ma'ruf menerangkan, yang dimaksud arus baru ekonomi adalah kebalikan arus lama yang dibangun dari konglomerasi atas ke bawah.

Menurutnya, arus lama ekonomi selama ini nyatanya tidak mampu mengurangi kesenjangan antara yang kuat dan lemah, justru makin memperlebar disparitas ekonomi.

"Untuk menghilangkan kesenjangan itu, disparitas itu, maka pembangunan harus kita lakukan dari bawah, yaitu bottom up economic development. Yaitu membangun ekonomi dari bawah, yang (membuat) bawah menjadi kuat," ujar Ma'ruf.

Karena itu, ia pun meminta santri tampil menjadi pelopor dalam pembangunan ekonomi nasional ke depan.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meresmikan malam karnaval budaya santri atau Santri Culture Night Carnival (SCNC) 2019 di Surabaya, Ahad (27/10) malam. Acara tersebut merupakan puncak peringatan Hari Santri 2019 itu adalah karnaval budaya santri pertama di Indonesia.

Ma'ruf menabuh beduk untuk menandai peresmian karnaval budaya yang menampilkan beberapa seni budaya dari berbagai wilayah Jawa Timur.

Acara Santri Culture Night Carnival (SCNC) 2019 digagas oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Dalam acara karnaval itu akan menampilkan beberapa seni budaya dari berbagai wilayah Jawa Timur, yang merepresentasikan nilai-nilai nasionalisme, religi dan multi kulturalisme

Sejumlah pejabat yang turut hadir antara lain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Menteri Agama Zainut, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah yang juga berasal dari NU.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement