Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Karena Berjilbab, Muslimah New York Dilecehkan

Rabu 23 Okt 2019 17:40 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

Muslimah Amerika Serikat (ilustrasi)

Muslimah Amerika Serikat (ilustrasi)

Pihak Kepolisian tengah menyelidiki insiden tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BROOKLYN -- Pasangan suami istri muslim mendapat pelecehan dari seorang wanita saat berada di TJ Maxx sebuah toko pakaian di Brooklyn. Insiden itu terjadi akhir pekan kemarin, saat Mido Mourad bersama istrinya yang mengenakan jilbab berdiri di garis kasir toko setelah membeli pakaian musim dingin untuk anak kembarnya.  Tiba-tiba seorang wanita memaki-maki istrinya.

“Setelah kami mengambil barang-barang, kami berdiri dekat kasir bersiap untuk keluar toko. Di situ, wanita berkulit putih dalam video itu mulai memaki-maki saya dan istri saya. Istri saya mengenakan jilbab. Wanita itu jadi lebih agresif dan kami mulai khawatir dia akan membahayakan. Saat kami mulai berjalan pergi, dia berteriak 'pulanglah ke negaramu’ kami pun terkejut dan terguncang,” kata Mourad dalam sebuah pernyataannya yang dibagikan Dewan Hubungan Islam Amerika seperti dilansir New York Post pada Rabu (23/10).

Saat insiden itu berlangsung, Mourad mengatakan karyawan dan manajer toko TJ Maxx tak melakukan apapun untuk menengahi, namun atas saran seseorang Mourad menelpon polisi.

Setelah berada di luar toko, Mourad mencoba merekam wanita itu saat keluar dari toko. Mengetahui hal itu, wanita itu pun marah dan memukul Mourad. Dalam rekaman, wanita itu membalik jari Mourod dan berteriak agar berhenti merekamnya.

“Saat saya merekam, dia marah dan memukul saya dan hampir menghancurkan ponsel saya,” kata Mourad.

Saat polisi datang, Mourad memberitahu bahwa insiden itu bukan kejahatan rasial tapi hanya sebuah pelanggaran. Namun Mourad pun mengajukan pengaduan pelecehan pada NYPD, dan mendesak menyelidiki insiden itu sebagai kejahatan rasial.

Dalam unggahan di Facebook pribadinya, Mourad menggambarkan pelaku penyerangan itu sebagai pendukung Trump yang gila, namun Mourad tak memberikan bukti tentang afiliasi wanita yang menjadi pelaku penyerangan itu. Satgas ujaran kebencian NYPD telah memperoleh informasi dan pengajuan laporannya.

Sementara itu, perwakilan TJ Maxx mengatakan dalam situs resminya bahwa pihaknya sedang menyelidiki hal itu. TJ Maxx juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan apapun untuk menghindari insiden seperti itu terulang lagi di kemudian hari.

“Kami berkomitmen memelihara lingkungan toko, di mana setiap orang diperlakukan dengan hormat dan bermartabat. Dan kami tak memaafkan perilaku yang mengganggu dan agresif. Kami menyediakan mengetahui situasi itu terjadi antara dua pelanggan, dan kami sedang menyelidiki masalah ini lebih lanjut,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA