Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Komunitas Masjid di Inggris Bantu Dana Bendungan Pakistan

Senin 21 Oct 2019 13:08 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Sedekah

Ilustrasi Sedekah

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Bantuan dana menyusul kekeringan di Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, BURTON – Masjid Jamia Hanfia Ghausia di Princess Street di Burton on Trent, Staffordshire, Inggris, melakukan penggalangan dana untuk pembangunan Bendungan Diamer-Bhasha di Sungai Indus, Pakistan. 

Baca Juga

Dalam delapan bulan ini, Masjid di Burton tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 10 ribu pound melalui sumbangan dari masyarakat Burton. 

Pada dasarnya, penggalangan dana dilakukan oleh pemerintah Pakistan yang menargetkan untuk mengumpulkan sekitar 13,2 miliar pound untuk mendanai bendungan Diamer-Bhasha.

Jika dibangun, bendungan tersebut akan memiliki kapasitas yang menghasilkan ketinggian 4.500MW dan 272m (892ft), yang menjadikannya bendungan tertinggi keenam di dunia.

Kali ini, Masjid di Burton tersebut melakukan penggalangan dana bagi bendungan yang akan menyelamatkan banyak jiwa tersebut. Acara sebagai tanda ucapan terima kasih kepada mereka yang menyumbang digelar di masjid tersebut. Acara turut dihadiri Councillor Paul Walker, anggota dewan dari Partai Buruh untuk daerah pemilihan Shobnall. 

Pada kesempatan itu, Walkter mengatakan bahwa terkumpulnya dana itu adalah upaya monumental dari masyarakat yang menyumbang. Ia mengaku benar-benar terkesan dengan cara komunitas mengumpulkan dana dan bersatu untuk tujuan yang baik. "Saya sangat senang ketika saya didekati untuk menghadiri dan begitu menyenangkan untuk hadir di masjid ini," kata Walker, dilansir di Derbyshire Live, Senin (21/10).

"Bendungan itu sangat dibutuhkan bagi rakyat Pakistan, dan dengan banyak orang yang tinggal di Burton terhubung dengan Pakistan, itu menunjukkan semangat masyarakat dan komunitas di Burton," lanjutnya.

Imam Masjid Jamia tersebut, Dr Peerzada, mengungkapkan soal tingkat keparahan dari krisis air di Pakistan. Ia mengatakan, Pakistan kekurangan air yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Bahkan, di tempat-tempat terpencil tertentu hampir sudah tidak tersedia air.

"Banyak orang di Pakistan bekerja di sektor pertanian dan bagi mereka itu merupakan persyaratan vital, oleh karena itu saya sangat terkesan dengan betapa kooperatifnya rakyat Burton," ujar Imam Peerzada.

Ketua Masjid, Shoukat Mahmood, mengatakan semua uang yang disumbangkan berasal dari masyarakat yang tinggal di Burton dan semua pihak yang dengan senang hati menyumbang. Mahmood sendiri telah tinggal di Burton selama 35 tahun. 

Ia mengungkapkan, bahwa pihak masjid tidak memiliki strategi atau acara penggalangan dana. Namun, mereka hanya mengajukan permintaan secara sopan kepada orang-orang dalam bentuk pengumuman publik setelah menggelar kegiatan ibadah shalat. 

Beruntungnya, masyarakat di sana merespons hal itu secara positif. Setelah berhasil mengumpulkan dana untuk bendungan, pihak masjid menurutnya juga tengah melakukan penggalangan dana untuk membantu mereka yang terkena dampak gempa bumi di Kashmir.

"Proyek bendungan adalah sebuah operasi besar, kami sadar tidak semuanya akan selesai dengan donasi kami, tetapi kami berharap uang yang kami kumpulkan akan bertahan lama dan memotivasi orang lain untuk menyumbang," tambahnya. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA