Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Pesan Ketum PBNU untuk Jokowi-Ma'ruf

Ahad 20 Oct 2019 21:10 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj (kiri) berbincang dengan KH Ma'ruf Amin (kanan).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj (kiri) berbincang dengan KH Ma'ruf Amin (kanan).

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Kiai Said berharap SDM dalam negeri didorong agar tak kalah dengan internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj mengucapkan selamat atas dilantiknya presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ia berharap agar Allah SWT memberikan kekuatan lahir batin kepada keduanya.

Baca Juga

"Agar beliau mampu menjalankan amanah yang besar dan mulia yang kita nantikan," kata Kiai Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).

Ke depan, imbuhnya, Indonesia masuk era yang menantang, terutama era revolusi industri 4.0 dan tantangan hoaks. Ia berharap pemerintah mendatang mampu mendorong SDM dalam negeri agar tidak kalah dengan internasional.

"Karena tantangan kita sekarang banyak menghadapi hoax, hate speech melalui medsos, fitnah, adu domba, itu yang sangat berbahaya. Maka santri pesantren sedang saya galakan melek teknologi," ujarnya.

Sebelumnya dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan melanjutkan program pembangunan infrastruktur pada lima tahun pemerintahannya ke depan. Selain itu, pembangunan SDM juga akan menjadi prioritas utama pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Jokowi juga ingin membangun SDM yang bekerja keras, dinamis, terampil, dan juga menguasai iptek. "Mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan kita. Itupun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan," jelas dia.

Untuk meningkatkan kemampuan SDM Indonesia, pemerintah juga memerlukan sokongan dana yang besar. Salah satunya melalui optimalisasi kerjasama dengan industri-industri. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA