Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Jangan Bersikap Kasar, Mengapa?

Sabtu 19 Oct 2019 08:00 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: alifmusic.net
Beberapa ayat di Alquran mengharuskan seorang Muslim bersikap lemah lembut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berbuat kasar atau melakukan kekerasan. Sebaliknya, beberapa ayat di Alquran mengharuskan seorang Muslim bersikap lemah lembut.

Rasulullah SAW pun dikenal memiliki sikap lemah lembut kepada sesama manusia, baik ke mereka yang Muslim maupun non-Muslim. Beliau senantiasa mencontohkan bagaimana sebaiknya umat Islam memperlakukan semua makhluk ciptaan Allah SWT.

Dalam Alquran surah Ali Imran ayat 159 dan 160, Allah berfirman, "Maka disebabkan rah mat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah menjauhkan diri dari sekelilingmu.

Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah de ngan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang bertawakal kepada- Nya. Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu, jika Allah membiarkan kamu (tidak mem beri pertolongan), maka siapa yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Ka rena itu, hendaklah kepada Allah saja orang mukmin bertawakal."

KH Abdullah Gymnastiar menyatakan, bersikap lemah lembut sangat penting, apalagi di tengah kasus kekerasan yang banyak terjadi sekarang. "Tidak ada orang yang bersimpati pada keke rasan kecuali orang yang ahli me lakukan kekerasan. Itu pun bu kan bentuk simpati, melainkan nafsunya terpuaskan," ujar pria yang akrab disapa Aa Gym tersebut dalam Kajian Tauhid di Mas jid Istiqlal, Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, sebuah kekerasan hanya akan menimbulkan kekerasan-kekerasan lainnya. Aa Gym pun merasa sangat pedih me lihat berbagai tindak kekerasan yang muncul. Dalam Islam, kata dia, memang benar ada peperangan, tetapi dengan alasan dan niat benar serta cara yang mulia. "Tidak ada kezaliman dan kekejian, sebab perang yang dila kukan bukan untuk memuaskan nafsu. Sementara, semua kekerasan adalah nafsu," ungkap Aa Gym.

Allah SWT pun menjelaskan isi Alquran kepada Rasulullah dengan lemah lembut. Sebagai umat Nabi Muhammad, kita pun bisa terharu mendengar lantunan ayat-ayat Alquran. "Jangankan manusia, binatang saja bila dihadapi pakai kelembutan hati bisa dekat sama kita," kata dia.

Aa Gym menuturkan, jika melihat sejarah, Islam datang ke Tanah Air tanpa kekerasan dari pa sukan Islam mana pun. Pasalnya, yang datang membawa pasukan sekaligus senjata lalu menjajah Indonesia dengan kekerasan ada lah Portugis, Jepang, Belanda, dan lainnya.

"Mereka yang datang dari ne gara Islam tidak datang membawa senjata, tapi justru mampu mem beli hati kita. Itu karena mereka membawa hati yang penuh kasih sayang," ujar Aa Gym. Dia menilai setiap Muslim harus mengevaluasi diri serta menghindari berbuat sekaligus berkata kasar. Tanamkan sikap lemah lembut dalam diri.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid itu menjelaskan, kelembutan hati seorang Muslim datang dari kasih sayang Allah. Jadi, jangan berhenti berdoa dan meminta terus rahmat dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penya yang. "Kalau rahmat Allah turun, hati kita jadi sejuk dan tenang," ujar Aa Gym.

Ia menambahkan, tak sulit membuat Allah menurunkan rah mat-Nya. Salah satu caranya yak ni melalui salam. "Sebarkan sa lam jangan ragu. Bila kita ucap kan salam secara ikhlas, ber arti kita berharap supaya orang yang kita beri salam mendapat berkah, rahmat, dan kasih sayang Allah. Kemudian, bila dia menjawab salam, doa itu akan berbalik ke kita," ujar dia.

Aa Gym menegaskan, jangan pernah bersikap kasar. Selain menyalahi ajaran Islam, orang kasar juga tak akan dirindukan oleh siapa pun. "Orang-orang akan menjauh dari mereka yang kasar. Lemah lembutlah, jadilah pemaaf, kalau bisa maafkan orang lain sebelum orang tersebut meminta maaf," tutur dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA