Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Agar Pahala Kebaikan tak Hilang, Waspadai Hal ini

Sabtu 19 Okt 2019 07:41 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: alifmusic.net
kebaikan dari sedekah akan hilang dari yang memberi bila diungkit-ungkit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah satu dosa besar adalah mengungkit kebaikan yang pernah diberikan kepada orang lain. Kebaikan yang dimaksud adalah berupa memberikan sedekah. Mengungkit-ungkit pemberian yang telah diberikan termasuk dalam bentuk penyakit dan maksiat lisan (lidah).

"Bentuk mengungkitnya ini bisa banyak. Salah satunya bisa kepada masjid, ada donatur yang berkata, 'Kok saya tidak menerima laporan keuang an, padahal saya selalu ngasih. Ini uang nya ke mana?' Ini termasuk dalam mengungkit kebaikan yang diberikan," ujar Ustaz Nizar Ba'dal Jabal dalam kajiannya di Masjid Nurullah Kalibata, Jakarta, belum lama ini.

Dalam QS al-Baqarah ayat 264, Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka, perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orangorang yang kafir."

Ustaz Nizar menyebut, ayat ini berhubungan dengan QS al-Baqarah ayat 262 tentang anjuran untuk bersedekah. Dalam surah tersebut Allah SWT berfirman, "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Ustaz Nizar mengingatkan hubungan antara dua ayat ini. Sedekah merupakan hal yang baik dan akan mendatangkan kebaikan baik pada yang memberi dan menerima. Tapi hingga yang menerima merasa sakit hati akan ucapan tersebut.

Ia pun menyebut, ada yang mengatakan jika tutur kata yang baik dan menutupi aib seseorang lebih baik dari pada sedekah yang diikuti dengan menyakiti hati orang.

"Jangan engkau hapus pahala-pahala sedekah kalian dengan mengungkit-ungkit apa yang sudah diberi. Mengungkit apa yang sudah diberikan sama dengan orang yang bersedekah dengan riya dan seperti yang tidak beriman pada Allah pada hari akhir," lanjut Ustaz Nizar. Pahala sedekah adalah harta yang dibelanjakan di jalan Allah untuk ketaatan. Berbuat baik kepada seseorang akan menutupi kekurangan seseorang.

Bagi pelaku sedekah, akan mendapatkan pahala yang besar, di antaranya, pahalanya digandakan hingga 700 kali lipat, bebas dari azab, dan mendapat ampunan yang besar. Dalam HR Tirmidzi dituliskan, "Sedekah itu akan menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." Ustaz Nizar pun menyebut, sedekah sama seperti air dan dosa seperti api. Orang yang bersedekah akan menggugurkan dosanya. Dia pun terbebas dari api atau azab Allah SWT.

Mengungkit-ungkit sedekah yang pernah diberikan akan mengurangi, bahkan menghapus pahala sedekahnya. Dia bahkan akan masuk dalam neraka. Allah SWT tidak akan memberi hidayah kepada orang yang suka mengungkit- ungkit kebaikannya karena dia kufur akan nikmat dan kufur kepada Allah. "Solusinya adalah tutur kata yang baik. Rasulullah SAW kalau memiliki sesuatu ia akan beri, tapi kalau tidak memiliki sesuatu ia akan diam," ujarnya.

Hakim bin Hizam ra menyebut, Nabi SAW pernah bersabda, "Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa men jaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allah SWT akan memberikan kecukupan kepadanya."

Ustaz Nizar pun menyebut, sedekah merupakan salah satu jalan kebaikan yang menuju kepada surga. Hal ini juga membutuhkan perhatian, bukan sekadar memberikan bantuan atau kebaikan.

Untuk perkara apakah orang diberikan sedekah ini menggunakan sedekahnya dengan baik atau tidak, maka ini masalah yang berbeda lagi. Hal tersebut menjadi pertanggujawaban si penerima dengan Allah SWT. Yang penting dan perlu diperhatikan saat memberi sedekah adalah tetap menggunakan adab yang baik, katakata yang baik.

Dalam HR Muslim, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Ada tiga golongan yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah suci kan, serta baginya azab yang pedih. Rasulullah mengulang seba nyak tiga kali. Abu Dzar bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah? Sabda beliau: Al mus bil (lelaki yang menjulurkan pakai annya melebihi mata kaki), al manna an (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian), dan pedagang yang bersum pah dengan sumpah palsu."

Menurut dia, para ulama mengartikan ayat ini dengan mengatakan apa yang disedekahkan bisa tidak menda patkan pahala bila yang dia lakukan tidak mencerminkan iman pada Allah dan hanya memikirkan dunia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA