Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kerap Hadapi Cacian, Kiai Said: Tak Pengaruh Apa-Apa ke Saya

Kamis 17 Okt 2019 16:58 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kedua kiri) menaburkan bunga di atas makam Gus Dur di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kedua kiri) menaburkan bunga di atas makam Gus Dur di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (17/10/2019).

Foto: Antara/Syaiful Arif
Kiai Said tetap akan berjuang menyuarakan moderasi beragama.

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj melakukan ziarah ke makam pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (17/10). Setelah ziarah, Kiai Said pun disambut Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz. 

Baca Juga

Keduanya saling menyampaikan informasi terkait tantangan NU ke depan. Termasuk tantangan di media sosial. Menurut Kiai Said, sungguh beruntung mantan Ketua PBNU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak pernah berjumpa dengan media sosial (Medsos).  

"NU semakin dihadapkan kepada tantangan yang sangat besar, luar dan dalam. Untung Gus Dur sudah mendahalui kita dan nggak jumpa dengan medsos. Kalau jumpa, Gus Dur akan habis di-bully melalui medsos," ujar Kiai Said saat silaturahim ke Pesantren Tebuireng bersama puluhan pengurus NU, Kamis (17/10). 

Menurut Kiai Said, media sosial membuat seseorang mudah mencaci maki orang lain. Kendati demikian, Kiai Said sudah bebal terhadap caci maki yang dilontarkan kepadanya lewat media sosial. 

"Alhamdulillah saya jumpa dengan medsos. Kalau sepekan nggak ada orang mencaci maki saya, saya cari kok nggak ada. Mengapa nggak ada yang caci maki saya pekan ini. Kesepian saya malah. Karena saking bebalnya," ucap Kiai Said.  

Bagi Kiai Said, hinaan di media sosial itu tidak berpengaruh apa-apa kepada prinsipnya untuk selalu memperjuangkan agama dan mempersatukan bangsa. Begitu pun ketika ada orang yang memujinya juga tidak berpengaruh. 

"Bagi saya tidak menambahi tidak mengurangi. Bully, komentar negatif, caci maki, ngancam, tidak mempengarahi apa-apa pada saya," kata Kiai Said.  

Kiai Said berharap dengan barokah kiai beberapa pesantren di Jombang, NU bisa menjadi organisasi yang bisa membawa kemuliaan Islam ashlussunnah wal jamaah (Aswaja), bukan organisasi yang loyo dan lemah.

"Mudah-mudahan selanjutnya lebih kuat lagi dan lebih sempurna lagi. Jasa Mbah Hasyim, Mbah Wahab (Wahab Hasbullah) dan kiai lain kita berutang budi kepada beliau-beliau," jelas Kiai Said. 

Sementara itu, Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyampaikan terimakasih atas kunjungan Kiai Said dan pengurus NU ke pesantrennya karena akan meningkatkan ukhuwah. Menurut dia, dengan banyaknya hoaks di media sosial justru diharapkan bisa membuat ukhuwah umat Islam semakin meningkat.  

"Dengan banyaknya hoaks-hoks ini kadang membuat kita berusaha mendekatkan diri satu sama lain. Mudah-mudahan dengan hoaks cukup untuk meningkatkan ukhuwah kita," kata Kiai Hakim.

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA