Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Ummu Fadhl, Teladan Para Muslimah

Kamis 17 Okt 2019 12:22 WIB

Rep: Dialog Jumat Republika/ Red: Agung Sasongko

Oase (ilustrasi)

Oase (ilustrasi)

Foto: Wordpress.com
Ia adalah wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ia adalah salah seorang dari empat wanita yang keimanannya dipersaksikan oleh Rasulullah SAW. Muslimah yang sangat beruntung itu bernama Lubabah binti al-Haris bin Huzn bin Bajir bin Hilaliyah. Ia juga dikenal dengan nama Lubabah al-Kubra serta  akrab dipanggil Ummu Fadhl.

Ummu Fadhl adalah istri dari Abbas, paman Rasulullah SAW. Ia dikaruniai enam orang anak yang mulia dan pandai. dan belum ada seorang wanita pun yang melahirkan laki-laki semisal mereka. Mereka adalah Fadhl, Abdullah al-Faqih, Ubaidullah al-Faqih, Ma'bad, Qatsam dan Abdurrahman.

‘’Tak pernah ada wanita mulia yang melahirkan dari bibit suaminya, baik yang hidup di pegunungan maupun di dataran rendah, sebagaimana enam anak yang terlahir dari rahim Ummul Fadhl,’’ ungkap Abdullah bin Yazid mengisahkan kemuliaan Ummu Fadhl.

Ummu Fadhl masuk Islam sebelum peristiwa hijrah. Ia adalah wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah (Ummul Mukminin Rodhiallahu 'anha) sebagaimana yang dituturkan oleh putra beliau Abdullah bin Abbas RA, "Aku dan Ibuku adalah termasuk orang-orang yang tertindas dari wanita dan anak-anak. "

Ummu Fadhl termasuk wanita yang berkedudukan tinggi dan mulia di kalangan para wanita. Rasulullah SAW terkadang mengunjungi beliau dan terkadang tidur siang di rumahnya. 

Ia juga dikenal sebagai seorang mujahidah yang pemberani. Ia bahkan berani memerangi Abu Lahab si musuh Allah  SWT dan membunuhnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dari Ikrimah berkata, "Abu Rafi' budak Rasulullah SAW berkata, ‘’Aku pernah menjadi budak Abbas, ketika Islam datang maka Abbas masuk Islam disusul oleh Ummu Fadhl, namun Abbas masih disegani  kaumnya." 

Ketika pasukan tentara Quraisy dikalahkan dalam Perang Badar,  Abu Rafi sempat disiksa oleh Abu Lahab ketika menjelaskan tentang  kehebatan pasukan tentara Rasulullah SAW. ‘’Demi Allah itu adalah malaikat. Tiba-tiba Abu Lahab mengepalkan tangannya dan memukul aku dengan pukulan yang keras. Aku telah membuatnya marah, kemudian dia menarikku dan membantingku ke tanah, selanjutnya dia dudukkan aku dan memukuliku sedangkan aku adalah laki-laki yang lemah,’’ tutur Abu Rafi.

Melihat tindakan keji Abu Lahab itu, berdirilah Ummu Fadhl mengambil sebuah tiang dari batu kemudian dipukulkannya di kepada  Abu Lahab, sehingga melukainya dengan parah. Ummu Fadhl lalu berkata, ‘’Kamu beraninya memukul orang lemah, ketika tak ada majikannya.’’ Abu Lahab pun terhina. Hanya berselang tujuh hari dari peristiwa itu, Abu Lahab mati karena penyakit bisul yang dideritanya.

Ummu Fadhl aadal sosok Muslimah yang pemberani. Ia Tak takut berhadapan dengan musuh-musuh Allah. Bahkan dengan keberaniannya, ia dapat menghantam  serta meruntuhkan kesombongan dan kehormatan musuh-musuh Allah SWT.

Sejarah Islam mencatat Ummu Fadhl Rodhiallahu teladan bagi para  Muslimah. Ibnu Sa'd dalam ath-Thabaqat al-Kubra, menyatakan bahwa Ummu Fadhl suatu hari bermimpi dengan suatu mimpi yang menakjubkan, sehingga ia bersegera untuk mengadukannya kepada Rasulullah SAW.

‘’Wahai Rasulullah saya bermimpi seolah-olah sebagian dari anggota tubuhmu berada di rumahku," tutur Ummu Fadhl.  Rasulullah SAW bersabda, ‘’Mimpimu bagus, kelak Fatimah melahirkan seorang anak laki-laki yang nanti akan engkau susui dengan susu yang engkau berikan buat anakmu (Qatsam)." 

Tidak berselang lama Fatimah RA melahirkan Hasan bin Ali yang kemudian diasuh oleh Ummu Fadhl. Ia berkata, ‘’Suata ketika aku mendatangi Rasulullah dengan membawa Hasan, Rasulullah egera menggendong dan mencium bayi tersebut, namun tiba-tiba bayi tersebut mengencingi Rasulullah.’’

Lalu Nabi SAW bersabda, "Wahai Ummu Fadhl peganglah anak ini karena dia telah mengencingiku."  Ummu Fadhl berkata, "Maka aku ambil bayi tersebut dan aku cubit sehingga dia menangis.’’ 

Ketika melihat bayi tersebut menangis, Rasulullah berkata, ‘’Wahai Ummu Fadhl justru engkau yang menyusahkanku karena telah membuat anakku menangis." Kemudian Rasulullah SAW meminta air dan dipercikkannya ke tempat yang terkena air kencing.

"Jika bayi laki-laki maka percikilah dengan air, akan tetapi apabila bayi wanita maka cucilah,"  sabda Rasulullah SAW. Ummu Fadhl pun termasuk Muslimah yang tutur berjasa meriwayatkan hadis. Ia mempelajari Hadis asy-Syarif dari Rasulullah. Ia meriwayatkan sebanyak tiga puluh hadis.

Ummu Fadhl  wafat masa khalifah Usman bin Affan. Ia telah meninggalkan teladan yang layak ditiru para Muslimah. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA