Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Nama Allah Di Komunitas Hindu dan Kristen Arab Timur Tengah

Kamis 17 Oct 2019 04:33 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Baghavad Gita berbahasa Arab.

Baghavad Gita berbahasa Arab.

Foto: Menachem Ali
Nama Allah Di Komunitas Hindu dan Kristen Arab Timur Tengah

Oleh: Menachem Ali, Dosen Philology Universitas Airlangga

Penggunaan nama الله (ALLAH) di kalangan bangsa Arab dipakai di kalangan semua komunitas lintas agama. Di kawasan Timur Tengah, semua umat beragama menggunakan nama sakral tersebut dalam teks keagamaan mereka masing-masing. Semua umat saling menghargai keyakinan keagamaan dalam keberagaman.

Umat Hindu, Yahudi, Kristen dan Islam semuanya menggunakan literatur dalam bahasa Arab sebagai bahasa bersama. Mereka menerbitkan kitab suci Bhagavad-gita dalam bahasa Arab, kitab suci Bible (Alkitab) dan Torah dalam bahasa Arab, serta kitab suci Quran dalam bahasa Arab.

Semua kitab suci yang beragam tersebut ternyata menggunakan nama الله (ALLAH) secara baik dan benar sesuai kaidah gramatika bahasa Arab. Keyakinan mereka memang berbeda, tetapi tidak ada persoalan terkait ortografi penulisan nama الله (ALLAH) yang digunakan dalam teks suci keagamaan yang beragam tersebut, khususnya berkaitan dengan penerapan kaidah kebahasaan.

Komunitas Hindu yang berlatar bangsa Arab juga menggunakan penulisan nama الله (ALLAH) secara benar sesuai gramatika bahasa Arab, sehingga hal ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita di Indonesia dalam hal penggunaan nama ilahi. Dalam teks kitab suci Bhagavad-gita berbahasa Arab tertulis demikian:

لذلك فان (سناطنا - ضهرم) لا يرمز الى طاىفة او دين معين، بل هي الوظيفة السرمدية للكاىنات الحية السرمدية في علاقتها بالله الباقي. ترمز جملة (سناطنا - ضهرم) كما ذكر سلفا الى حرفة الكاىن الحي السرمدية. ويشرح الحاكم (رامانوجاشاريا) كلمة (سناطن) على انها الشىء الذي لا بداية ولا نهاية له.

(Karena itu, "sanatana-dharma" tidak berarti sejenis proses keagamaan dari suatu sekte. "Sanatana-dharma" adalah fungsi kekal dari para makhluk yang kekal dalam hubungan dengan ALLAH Yang Mahakekal. Sebagaimana dinyatakan sebelumnya, "sanatana-dharma" berarti kewajiban makhluk hidup yang kekal. Sripada (al-Khakim) Ramanujacarya menjelaskan kata "sanatana" sebagai sesuatu yang tidak berawal atau pun berakhir.). Lihat AC. Bhaktivedanta Swami Prabhupada. Bhagavad-gita bil Lughah al-'Arabiyah. Ni'matuhu Al-Rabbaniyah (Tel-Aviv: Dar Bhaktivedanta, 1972), hlm. 32

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA