Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

BUAF Forum Ilmiah PTKIN se-Kalimantan

Rabu 16 Oct 2019 13:00 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Menag Lukman memberi arahan di Kampus IAIN Samarinda, Kaltim

Menag Lukman memberi arahan di Kampus IAIN Samarinda, Kaltim

Foto: dok. Kemenag.go.id
Sejumlah tema-tema penting diangkat mahasiswa PTKIN di forum akademi itu.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Kalimantan menggelar Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) ke-4 di Kampus IAIN Samarinda pada 13-15 Oktober 2019. Sejumlah tema-tema penting diangkat mahasiswa PTKIN di forum akademi itu.  

Rektor IAIN Samarinda, Ilyasin mengatakan, BUAF menjadi momentum para mahasiswa mengasah daya intelektual melalui karya-karya yang telah ditulisnya. BUAF diselenggarakan sebagai forum akademik tingkat regional PTKI se-Kalimantan. Tapi kualitas BUAF tidak kalah dengan forum-forum ilmiah di tingkat nasional bahkan internasional.

"Pembicara dan tamu yang hadir rata-rata bertaraf internasional dan tema-tema yang diangkat merupakan tema yang mencerminkan kepedulian global dan tantangan kekinian," kata Ilyasin melalui pesan tertulis kepada Republika, Rabu (16/10).

Kegiatan BUAF dihadiri oleh sejumlah intelektual ternama seperti Nyi Nyi Kyaw Ph.D dari The Institut of Shoutheast Asian Studies Yusof Ishaq Institut Singapura, Prof Mujiburrohman sebagai Rektor UIN Antasari Banjarmasin, dan Prof Nurhaidi M.A. Ph.D sebagai Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga. Serta dihadiri Ruchman Basori sebagai Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan mewakili Direktur PTKI Kementerian Agama.

"Saya bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa PTKI tidak hanya se-Kalimantan, tetapi juga berapa kampus PTKIN lain di wilayah Indonesia yang telah mengambil bagian dalam forum akademis ini," ujar Ilyasin.

Prof Nurhaidi menjadi pembicara utama BUAF dengan membawakan materi bertema 'Kajian Keislaman Kontemporer dan Tantangan Globalisasi di Era Millenial'. Menurutnya saat ini kajian-kajian keislaman semakin menarik dan diminati oleh banyak kalangan termasuk kaum muda di Indonesia.

"Maka BUAF ini sangat menarik dan penting untuk kalangan mahasiswa yang rata-rata di usia millenial dan saya sangat mengapresiasi digelarnya forum ini," kata Nirhaidi.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Kementerian Agama berpandangan, kegiatan BUAF sangat strategis untuk para mahasiswa supaya peduli pada masalah-masalah keagamaan, sosial dan kebangsaan. Kegiatan Ini merupakan langkah konkrit menyegarkan pemikiran Islam di tengah-tengah lesunya gairah keilmuan karena didominasi semangat post truth.

Sejumlah tema-tema penting yang diangkat mahasiswa di BUAF di antaranya Islam dan Revolusi Industri 4.0, Pendidikan Islam dan Muslim Millenial, Quran, Hadits dan Penafsiran Kontemporer, Hukum Islam dan HAM, dan  Ekonomi Islam, Perdagangan Bebas dan MEA. Kemudian Islamisme Populer Dakwah dan Media, Politik, Demokrasi dan Gerakan Keagamaan Trans-Nasional, Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi Islam, Pariwisata Halal/ Kajian Halal, Filsafat, Seni Budaya dan Tradisi Muslim Kontemporer.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA