Selasa 15 Oct 2019 14:46 WIB

Ribuan Santri Husnul Khatimah Shalat Minta Hujan Turun

Shalat minta hujan juga diikuti warga sekitar.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Kolam yang kekeringan di musim kemarau (ilustrasi).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Kolam yang kekeringan di musim kemarau (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Kekeringan yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Kuningan memantik empati ribuan santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah Manis Kidul, Jalaksana, Kuningan. Ribuan santri dan pengajar Ponpes Husnul Khotimah pun menggelar shalat istisqa. 

Pelaksanaan shalat istisqa berlangsung di halaman Ponpes Husnul Khatimah pada Selasa (15/10). Shalat istisqa juga diikuti warga sekitar.   

Baca Juga

“Ketika kemarau panjang dan sudah lama tak turun hujan memang disunahkan shalat istisqa memohon agar diturunkan hujan. Dan kebanyakan warga di sekitar husnul khatimah adalah petani, yang rata-rata mengandalkan tadah hujan. Sehingga ketika tak turun hujan itu banyak yang mengalami kekeringan,” kata kepala Humas Ponpes Husnul Khatimah, Sanwani, kepada Republika,co.id pada Selasa (15/10).  

Selain itu, menurut Sanwani, kegiatan shalat istisqa juga menjadi pembelajaran bagi santri Husnul Khatimah. Meski kekeringan terjadi di beberapa wilayah, namun menurut, Sanwani ponpes Husnul Khatimah tak mengalami kekeringan. 

Bahkan, pesantren Husnul Khatimah melalui Husnul Khatimah Peduli baru-baru ini mengirimkan bantuan air bersih bagi warga di sejumlah desa di Kuningan timur yang mengalami kekeringan. 

“Memang yang kekeringan itu di Kuningan timur, kita kirimkan 100 ribu liter air bersih untuk kita desa di sana. Kita kerjasama dengan BPBD untuk menentukan daerah yang dituju, ini sebagai kepedulian Husnul,” katanya. 

Berdasarkan data BPBD Kuningan terdapat 11 Desa di 6 Kecamatan di Kuningan yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Di antaranya Desa Simpayjaya, Cihanjaro, dan Sukasari di Kecamatan Karangtengah. 

Kemudian Desa Cileuya dan Cimahi Kecamatan Cimahi. Desa Baok di Kecamatan Ciwaru, Desa Kawungari di Kecamatan Cibeureum. Selain itu kekeringan juga melanda Desa Cibulan dan Desa Legok di Kecamatan Cidahu dan Desa  Kertawana serta Desa Kalimanggis Wetan di Kecamatan Kalimanggis. 

Jumlah itu semakin bertambah dibandingkan data per 30 September 2019. Krisis air bersih baru melanda empat desa di dua kecamatan. Pekan lalu, Pemkab Kuningan juga menggelar shalat istisqa di halaman Pendopo Kabupaten Kuningan. 

Lebih lanjut, Sanwani menambahkan Ponpes Husnul Khatimah juga tengah melakukan penggalangan dana untuk membantu warga terdampak kabut asap di Riau. Penggalangan dana dibuka selama sepekan ke depan. 

Hingga saat ini, jumlah donasi yang terkumpul telah mencapai Rp 15 juta. “Kita tidak menargetkan, berapa pun yang terkumpul nanti kita akan langsung kirimkan,” katanya. Andrian Saputra

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement