Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Menggagas Kitab Karya Putra Banten untuk Perbaikan Akhlak

Kamis 10 Oct 2019 17:43 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam / Red: Nashih Nashrullah

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Karya putra Banten, Imam an-Nawawi al-Bantani layak untuk rujukan pendidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG— Karya besar seorang ulama asal Banten, Nashaih al-Ibad, yang selesai ditulis pada 1311 Hijriyah atau 1893 Masehi diharap menjadi buku acuan pelajaran siswa di Banten. Kitab yang ditulis Syekh Nawawi al-Bantani ini dinilai mampu meredam persoalan sosial di tengah masyarakat Banten saat ini.  

Baca Juga

Hal ini dijelaskan tokoh pendiri Provinsi Banten, Embay Mulya Syarief, yang menyebut bahwa banyaknya tindak kriminalitas dengan beragam modus di Banten adalah cerminan pendidikan akhlak yang belum maksimal  

"Masyarakat kita ini sedang sakit, maka butuh nasihat-nasihat. Kita punya kitab yang ditulis ulama besar Banten, Syekh Nawawi al-Bantani yaitu Nashaih al-Ibad atau Nasihat Para Hamba. Maka perlu Pemerintah kabupaten dan kota di Banten itu menjadikan kitab ini sebagai acuan pelajaran akhlak baik di sekolah umum atau di pesantren," jelas Embay Mulya Syarief, Kamis (10/9).  

Dirinya melihat tindak kriminal di Banten semakin tinggi kualitas dan kuantitasnya. Embay bahkan mencontohkan kasus kriminal yang baru-baru ini terjadi di Banten seperti Pembunuhan dengan pemerkosaan gadis Suku Baduy, pembunuhan anak oleh Ibu yang menurutnya sangat memalukan jika terjadi di Banten yang terkenal sebagai daerah religius. 

Pembangunan nilai-nilai kebaikan yang telah dilakukan para tokoh Banten disebutnya harus terus diupayakan pada masa kini yang salah satu caranya adalah dengan pembentukan akhlak melalui kajian literatur seperti Nashaih al-Ibad ini yang sudah diakui dunia. 

"Buat apa kita sibuk membangun gedung fisik yang anggarannya miliaran kalau masyarakatnya sakit. Itu sama saja dengan membangun rumah sakit jiwa yang mewah megah tapi diisi orang-orang sakit. Paling tidak paralel lah dengan pembangunan infrastruktur fisiknya," jelasnya. 

Kitab Nashaih al-Ibad memiliki judul lengkap Nashaih al-Ibad fi Bayan alfadz Munabbihat 'ala al-Isti'dad li Yaum al-Ma'ad atau Kumpulan Nasihat Bagi Para Hamba dalam Menjelaskan Kata-Kata Peringatan untuk Bersiap Menghadapi Hari Kiamat. Nasihat-nasihat di dalam kitab ini dikelompokkan menjadi 10 bab yang berisi 214 nasihat. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA