Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Program Sadesha Sudah Cetak 1.300 Tahfidz Quran

Ahad 06 Okt 2019 15:09 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agung Sasongko

Alquran

Alquran

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Program Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) yang diluncurkan Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Program Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) yang diluncurkan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat terus memperlihatkan perkembangan yang signifikan. Menurut Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, saat ini sudah ada 1.300 Tahfidz Quran.

"Yang tercatat kami baru ada 1.300 Tahfidz, kebutuhan kami 6.000. Kami akan terus perbanyak agar target terpenuhi, Insyaallah tahun 2020 dengan anggaran baru akan lebih memudahkan," ujar Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri Wisuda Hafidz dan Binnadhar V 2019 Ponpes Miftahul Quran di Kab Tasikmalaya, Ahad (6/10).

Menurut Uu, 1.300 Tahfidz tersebut akan disebar ke desa-desa di Jabar untuk membimbing dan melatih masyarakat, termasuk 32 hafidz dari Ponpes Miftahul Quran. "Yang diwisuda ini akan kami rekrut untuk diperbantukan, disebar ke desa lain di Jabar. Untuk melatih dan membimbing masyarakat lainnya agar lebih banyak yang tahfidz lagi sehingga merata," katanya.

Ponpes Miftahul Quran, kata Uu, sudah membantu Pemdaprov Jabar mewujudkan visi Jabar Juara Lahir Batin. Dengan konsep Pentahelix, pihaknya terus berkolaborasi guna mengakselerasi pembangunan di segala sektor.

"Pesantren ini sudah mewujudkan program Satu Desa Satu Hafidz, karena kami juga punya keterbatasan karena itu saya ucapkan terima kasih telah meringankan program kami dalam mengakselerasi visi misi," kata Uu.

Uu menjelaskan, Pemprov Jabar saat ini fokus pembangunan yang bersifat batiniah. Hal itu terlihat dari sejumlah program, seperti English for Ulama, Subuh Keliling, Magrib Mengaji, dan Kredit Mesra. Tujuannya supaya masyarakat Jabar memiliki akidah yang kuat, dan amaliah ahlusunah waljamaan.

"Kami tak ingin juara dalam hal pembangunan yang sifatnya fisik saja tapi juga spiritualitasnya. Juara batin adalah masyarakat Jabar yang kuat akidahnya, syariah, amaliah ahlusunah waljamaah dan kuat harkatnya," kata Uu.

Sebelumnya, Pemprov Jabar, semakin mematangkan program satu desa satu hafiz Quran. Menurut Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat ini Pemprov Jabar sudah menyiapkan 1.500 kader pendidik untuk mendidik para hafiz Quran.

"Selain gurunya siap, sudah ada 1.200  hafiz yang akan dilatih sudah ada," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan, Senin (30/9).

Menurut Emil, anggaran untuk satu desa satu hafiz Quran diperubahan ini akan dimaksimalkan. Namun, puncak alokasi anggarannya di 2020. Tahun ini, anggarannya ada Rp 3 miliar.

"Jadi 1.200 anak desa yang akan mengikuti tahfiz quran sudah kita siapkan. Anggarannya total Rp 15 miliar tahun 2020," katanya.

Emil mengatakan, untuk rogram Satu Desa Satu Hafidz (Sadesa), tahun ini Pemprov Jabar sudah menyekolahkan sekitar 1.200 anak desa di berbagai pesantren. Para santri pun, siap dilepas ke berbagai desa di Jabar.

Untuk program 1 Desa satu hafiz yang sudah berjalan ini, menurut Emil, ia sudah meminta para anggota TP PKK mencarikan 5 nama anak di tiap desa yang akan diberikan beasiswa untuk bersekolah tahfiz Quran oleh pemerintah.

"Tolong TP PKK desa saya butuh 5 nama anak desa yang akan dikasih  beasiswa bersekolah tahfiz Quran, setelah pulang lagi ke desanya mereka akan jadi imam di masjid dan menghafidz kan juga anak lainnya," katanya.

Teranyar, untuk memperkuat misi Jawa Barat Juara Lahir dan Batin, Pemdaprov Jabar pun mengirim 30 Dai ke Yaman untuk menempuh pendidikan agama. "Program mengirim beasiswa bersekolah ke Yaman dan program Satu Satu Desa Satu Hafiz Quran itu adalah nasehat ulama tahun lalu," kata Emil.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA