Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Kisah Lapas Pariaman Sumbar Sukses Cetak Hafiz Alquran

Jumat 27 Sep 2019 22:47 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Lapas (ilustrasi)

Lapas (ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO
Lapas Pariaman Sumbar miliki program tahfiz Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIAMAN— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pariaman, Sumatra Barat, bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama setempat sejak sekitar setahun terakhir sukses melatih warga binaan di daerah itu menjadi hafiz Alquran.  

Baca Juga

"Ini merupakan kerja sama Lapas dengan Kementerian Agama Kota Pariaman," kata Kepala Seksi Bimbingan Narapidana Didik Lapas Kelas II B Pariaman, Herman L G di Pariaman, Jumat (27/9).

Dia mengatakan dengan adanya program tersebut banyak warga binaan yang menjalankan ibadah secara rutin mulai dari yang wajib hingga yang sunat di antaranya shalat Duha serta puasa Senin dan Kamis.

Bahkan, lanjutnya ada warga binaan yang awalnya tidak bisa baca Alquran menjadi bisa baca, sedangkan bagi yang sebelumnya bisa baca kitab suci itu menjadi seorang hafiz yang hafal tiga sampai empat juz. "Setoran hafalannya dilaksanakan setiap Kamis, sedangkan evaluasi bacaannya dilakukan satu kali tiga bulan," ujarnya.

Dia mengatakan meskipun program keagamaan tersebut untuk seluruh warga binaan namun saat ini lebih didominasi oleh warga binaan yang tersangkut kasus narkoba. "Tapi untuk program keagamaan kami wajibkan warga binaan yang akan mendapatkan remisi," ujarnya.

Selain melaksanakan kegiatan keagamaan, lanjutnya, pihaknya juga menyediakan program olahraga yang dilaksanakan setiap Sabtu serta pembekalan keahlian di antaranya las, pertukangan, cuci kendaraan, hingga perkebunan.

Sementara itu, salah seorang warga binaan di Lapas tersebut Muhammad Yanuar (35) mengatakan saat ini ia hanya fokus menghafal Alquran dan memperdalam agama Islam hingga masa tahanan berakhir yang sudah dijalaninya sekitar dua tahun enam bulan dari sembilan tahun enam bulan hukuman penjara yang diterimanya. "Sekarang bacaannya masih banyak yang kurang, masih ada yang salah-salah," ujar dia.

Dia mengatakan setelah keluar dari Lapas dirinya berencana berdagang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan memiliki istri karena sebelum dipenjara dia masih lajang.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA