Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Gerakan Indonesia Dermawan ACT Didukung Jaringan Pengusaha

Rabu 25 Sep 2019 19:44 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

ACT membantu korban asap.

ACT membantu korban asap.

Foto: act
Gerakan Indonesia Dermawan diharapkan seperti bola salju yang semakin lama semakin m

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Salah satu dukungan Gerakan Indonesia Dermawan yang digagas Aksi cepat tanggap (ACT) datang dari Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas).  Menurut Iben Rifa, wakil ketua umum Japnas, ajakan menjadi dermawan yang digalakkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan langkah yang tepat.

Baca Juga

“Jangan sampai melemah gerakan ini. Saya yakin gerakan ini akan seperti bola salju yang semakin lama semakin membesar. ACT harus menjaga momentum ini agar terus naik, jangan sampai melemah,” ungkap Iben.

Menurut Iben, kedermawanan menjadi hal yang akan terus ada seiring belum terselesaikannya permasalahan sosial. Ia menambahkan, kedermawanan merupakan naluri yang dimiliki setiap manusia. Sikap itu harus dikelola agar menjadi kebiasaan baik yang melekat. Dalam penerapan kewirausahaan,  Japnas pun membuat wadah sosial bagi pengusaha melalui Jaringan Pengusaha Nasional Berbakti (Jabat).

“Jabat berdiri karena selama ini pengusaha nasional secara sporadis mengulurkan tangan. Kami melihat, ini enggak bisa begini terus,” kata Iben.

Jabat pun sudah beberapa kali beraksi dalam kejadian bencana, salah satunya Lombok. Saat Jabat membantu Lombok, Iben bercerita, mereka telah mengumpulkan donasi dan membeli tenda darurat seperti yang digunakan militer. Kerja sama Jabat dan ACT juga terjadi pada momen Iduladha 1430 Hijriah lalu. Hingga kini terus berlanjut.

Sejalan dengan semangat kedermawanan yang terus digalakkan, pengiriman ribuan bantuan pangan dan logistik dalam jumlah masif terus dilakukan ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Dukungan yang hadir dari berbagai pihak tidak terlepas dari dampak bencana kabut asap saat ini. Kondisi bencana pun telah berdampak hingga ke perekonomian warga.

Direktur Komunikasi ACT Lukman Azis Kurniawan menyatakan asap bukan hanya menganggu kesehatan warga, tetapi juga melemahkan ekonomi masyarakat di sana.

"Kabut asap mengganggu aktivitas masyarakat dalam mencari nafkah. Alhasil, cukup banyak warga yang penghasilannya menurun dan berimbas pada sulitnya memenuhi kebutuhan pokok. Ini yang mau kita bantu, melalui pemenuhan kebutuhan pangan,” kata dia.

Di sejumlah wilayah, ACT telah mengirimkan regu penyelamat untuk membantu pemadaman api, melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat terdampak asap, membagikan masker dan oksigen, serta distribusi bantuan pangan di wilayah terdampak asap. ACT  juga mengirimkan air purifier di rumah-rumah yang berlokasi dekat dengan asap.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA