Rabu 18 Sep 2019 16:42 WIB

Warga Bandar Lampung Gelar Shalat Istisqa

Hujan yang tidak turun sejak beberapa bulan terakhir berdampak pada krisis air bersih

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Gita Amanda
Sejumlah warga Kampung Karangdowo, Kasemen, melaksanakan Shalat Minta Hujan (Shalat Istisqo) di Serang, Banten, Selasa (20/8/2019).
Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Sejumlah warga Kampung Karangdowo, Kasemen, melaksanakan Shalat Minta Hujan (Shalat Istisqo) di Serang, Banten, Selasa (20/8/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Musim kemarau terus berlanjut hingga September 2019. Sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung telah krisis air bersih. Kodim 0410/KBL menggelar shalat istisqa (shalat minta hujan) bersama masyarakat setempat, Rabu (18/9).

Shalat minta hujan digelar di lapangan terbuka dan diikuti warga sekitar Kelurahan Langkapura, Tanjungkarang Barat. Jajaran dan personel Kodim turun ke lapangan mengikuti shalat minta hujan. Hujan yang tidak turun sejak beberapa bulan terakhir, berdampak pada krisis air bersih, dan juga banyak tanaman mati.

Baca Juga

Komandan Kodim 0410/KBL Letkol Inf Romes Herlandes mengatakan, jajarannya sengaja menggelar shalat istisqo agar Allah SWT segera menurunkan hujan di wilayah Kota Bandar Lampung. “Kemarau sekarang cukup panjang, bencana kekeringan terjadi di mana-mana,” kata Romes di sela-sela kegiatan tersebut.

Menurut dia, kemarau yang terus berlanjut pada bulan September 2019 tersebut menambah panjang dan luas kekeringan di pemukiman warga. Ia berharap Allah SWT memberikan hujan agar kekeringan yang melanda pemukiman penduduk segera berakhir.

Dampak dari kemarau, ujar dia, selain sulitnya mencari air terutama air bersih, juga banyak tanaman yang mati, dan terjadi kebakaran hutan yang menimbulkan asap seperti yang terjadi di Sumatra dan Kalimantan. Untuk itu, pihak Kodim mengajak masyarakat bersama berdoa memohon turun hujan dan terhindar dari kekeringan yang berkepanjangan.

Menurut dia, warga tetap waspada pada musim kemarau ini untuk tetap menjaga rumah dari hal-hal yang dapat terbakar, selain itu mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan di sekitar, karena dapat merugikan semua pihak.

Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Badri Tamam mengatakan, shalat istisqo tersebut menjadi kegiatan utama untuk memohon hujan turun, agar Allah SWT mengakhiri musim kemarau yang panjang tersebut di kota Bandar Lampung.

“Hanya kepada Allah SWT saja kita memohon dan minta perlindungan, kekeringan yang cukup lama tersebut segera Allah turunkan hujan,” katanya.

Sedangkan warga di kawasan Bilabong, Tanjungkarang Barat telah merasakan sulitnya mencari air bersih. Sebagian warga membeli air bersih per galon dan juga jerikan untuk kebutuhan masak dan minum sehari-hari.

Sumur-sumur warga mulai kering sedangkan air tower yang disuplai dari mata air mulai merosot dan tidak dapat merata terbagikan kepada warga. “Kami sekarang beli air bersih untuk sehari-hari,” kata Wawan, warga setempat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement