Senin 16 Sep 2019 09:38 WIB

Uzbekistan Gaet Tatarstan Kembangkan Wisata Religi

Uzbekistan kaya dengan situs bersejarah.

Rep: Febryan A/ Red: Nashih Nashrullah
Kota tua Bukhara, Uzbekistran.
Foto: uzbek-travel.com
Kota tua Bukhara, Uzbekistran.

REPUBLIKA.CO.ID, KAZHAN – Sebagai salah satu negara Muslim terbesar di dunia, Uzbekistan kini terus berupaya mengembangkan sektor wisata religinya. 

Salah satu targetnya adalah penduduk Muslim dari Negara Federal Tatarstan, Rusia. Untuk melancarkan rencana tersebut, Ketua Komite Pengembangan Pariwisata Uzbekistan, Abdulaziz Akkulov, membuat pertemuan dengan Ketua Administrasi Spiritual Muslim Tatarstan, Kamil Samigullin. Pertemuan digelar di Ibu Kota Tatarztan, Kazhan, pada Sabtu (14/9).

Baca Juga

Dalam pertemuan tersebut, Abdulaziz, menjabarkan sejumlah potensi wisata religi di Uzbekistan. Seperti kota-kota yang memiliki nilai sejarah Islam, monumen suci dan terdapatnya sejumlah tokoh Islam yang menetap di Uzbekistan.

Seperti diketahui, Ibu Kota Uzbekistan, Bukhara, merupakan salah satu warisan dunia oleh UNESCO. Terdapat 140 peninggalan arsitektur yang dibangun pada Abad Pertengahan. 

Hampir semuanya merupakan peninggalan dua kerajaan Islam di sana, yakni Kara Khanid dan Karakitai.

Abdulaziz mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah reformasi penting dalam beberapa tahun terakhir terkait proses penyerahan dokumen, penyederhanaan aturan visa, dan juga perbaikan sektor transportasi.

Untuk itu, Abdulaziz mengundang perwakilan Tatarstan dalam pengukuhan Bukhara sebagai ibu kota budaya Islam pada 2020. Sejumlah pagelaran budyaa nasional akan diselenggarakan pada acara tersebut. 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement