Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Salah Effect Redakan Islamofobia

Sabtu 14 Sep 2019 20:00 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Agung Sasongko

Mohamed Salah

Mohamed Salah

Foto: AP Photo/Rui Vieira
Dakwah bisa hadir bahkan di tempat seperti lapangan sepak bola.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggapan bahwa berdakwah hanya bisa dilakukan di masjid tidak sepenuhnya benar. Dakwah bisa hadir bahkan di tempat seperti lapangan sepak bola atau ring tinju.

Nama Mohamed Salah sukses mencuri perhatian publik internasional. Tidak hanya karena kemampuannya bermain sepak bola, tetapi juga karena kesalehannya yang menginspirasi banyak orang.

Sejak bergabung dengan klub Inggris Liverpool pada jendela transfer 2017, pria yang akrab di sapa Mo Salah itu memberikan peran besar dalam pencapaian the Reds. Dia sukses menjadi top skorer secara beruntun dalam Liga Premier Inggris dan mengantarkan Liverpool menjuarai Liga Champions 2018/19.

Prestasi Mo Salah ternyata tidak hanya meningkatkan popu laritasnya, tetapi juga mampu menurunkan angka Islamofobia yang cukup tinggi di Eropa. Penelitian terbaru yang dilakukan Lab Kebijakan Imigrasi di Stanford University (IPL) menyatakan, Mo Salah berhasil mencuri hati para pendukung di seluruh dunia.

Penelitian yang melibatkan sekitar 8.000 penggemar Liver pool tersebut menunjukkan, ketenaran Mo Salah membawa pengaruh besar dalam penurunan Islamofobia, terutama di Inggris. Hal itu terlihat dari jumlah ke ben cian dan kejahatan terhadap Muslim serta cicitan anti-Muslim di Twitter menurun drastis.

Penurunan kejahatan rasial di Merseyside mencapai 18,9 persen sejak Mo Salah menandatangani kontrak bersama Liverpool. Para peneliti menilai tidak ada dampak serupa yang bisa menurunkan kejahatan sekaligus kebencian terhadap Muslim di wilayah itu.

Selanjutnya, dari 15 juta cicitan di Twitter yang dilakukan oleh penggemar klub Liga Inggris, peneliti mengamati, tingkat Islamofobia penggemar menurun setengahnya. Dari sebelumnya 7,2 persen menjadi hanya 3,4 persen. "Mo Salah sebagai pemain Muslim telah membantu mengurangi prasangka terhadap Muslim. Mo Salah membuat penggemar lebih akrab dengan Islam," tulis para peneliti dalam laporannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA