Rabu 11 Sep 2019 16:33 WIB

Pembangunan Sekolah Indonesia-Palestina Perlu Dukungan

Sekolah Indonesia Palestina ditargetkan bisa digunakan pada Oktober.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Dwi Murdaningsih
Seorang anak di kawasan pengungsian korban konflik di Palestina
Foto: VOA/AFP
Seorang anak di kawasan pengungsian korban konflik di Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah lembaga filantropi di Indonesia sedang mengerjakan proyek pembangunan Sekolah Indonesia-Palestina di Ras Al Amood, Yerusalem, Palestina. Pembangunan sekolah tersebut masih memerlukan dukungan masyarakat Indonesia untuk biaya operasional sekolah.

Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, PKPU Human Initiative dan Laznas Nurul Hayat yang menginisiasi pembangunan Sekolah Indonesia-Palestina sudah membebaskan lahan dan sedang melakukan renovasi bangunan sekolah. Targetnya sekolah sudah dapat digunakan oleh anak-anak Palestina pada Oktober atau November 2019.

Baca Juga

"Prinsipnya donasi (untuk pembangunan sekolah) masih dibuka karena ada dua hal yang akan menjadi kebutuhan, oleh karena itu kita masih tetap membuka donasi," kata Vice President Communication PKPU Human Initiative, Romi Ardiansyah kepada Republika.co.id, Rabu (11/9).

Romi menyampaikan, kebutuhan pertama untuk operasional sekolah. Sebab dalam waktu satu tahun ke depan Sekolah Indonesia-Palestina akan beroperasi dengan dukungan dari masyarakat Indonesia. Kebutuhan kedua untuk rencana memberikan beasiswa kepada siswa-siswi Sekolah Indonesia-Palestina.

Dia menerangkan, pihaknya masih menyiapkan skema untuk pemberian beasiswa kepada siswa-siswi Sekolah Indonesia-Palestina. Tapi untuk skema pembiayaan operasional dan pengembangan sekolah selama setahun kedepan sudah ditetapkan.

"Jadi kalau dari aspek pembebasan lahan dan renovasi bangunan sekolah alhamdulillah sudah bisa dilaksanakan, tapi untuk operasional sekolah tentu kami akan terus membuka donasi untuk masyarakat, kita berharap juga nanti punya kesempatan untuk membuka program beasiswa untuk anak-anak di sana," ujarnya.

Sekolah Indonesia-Palestina dibangun di Ras Al Amood yang jaraknya sekitar 700 meter dari Masjid Al Aqsa. Bangunan yang sudah ada sedang direnovasi untuk dijadikan sekolah. Sekolah tersebut akan memiliki bangunan dua lantai dan bisa menampung 150 anak-anak termasuk siswa-siswi berkebutuhan khusus. 

"Alhamdulillah pembebasan lahan sudah selesai pada Agustus, saat ini kami sedang menunggu foto-foto renovasi sekolah, mudah-mudahan pekan depan kami sudah dapat foto-fotonya," kata Romi.

Romi menyampaikan rasa syukurnya karena telah selesai membebaskan lahan tempat Sekolah Indonesia-Palestina akan berdiri. Kemajuan proyek pembangunan sekolah dapat dicapai berkat dukungan masyarakat Indonesia dan mitra-mitra di Palestina.

Ia juga menginformasikan, bangunan yang akan dijadikan Sekolah Indonesia-Palestina sekarang sedang direnovasi. Awalnya berharap sekolah bisa digunakan oleh anak-anak Palestina pada bulan ini. Tapi sepertinya sekolah baru selesai direnovasi pada Oktober atau November 2019.

"Jadi lahan untuk Sekolah-Indonesia Palestina sudah menjadi aset yang sudah kita amankan, sekarang sedang proses renovasi," ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan pihak Israel ingin melakukan ekspansi untuk memperluas wilayahnya di Yerusalem. Romi bersama lembaga filantropi lainnya telah memprediksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi di Yerusalem.

Menurutnya, Israel memang menjadi salah satu tantangan untuk merealisasikan pembangunan Sekolah Indonesia-Palestina. Maka harus melihat kondisi sosial politik yang terjadi di sana. Kondisi tersebut yang membuat proses pembangunan melakukan penyesuaian waktu.

"Menurut kontraktor renovasi sekolah, harus sabar dan pelan-pelan, (proses mendapatkan bahan baku bangunan) itu yang membuat mitra kami minta ada penyesuaian waktu karena situasinya lagi naik turun di sana," kata dia.

Romi juga menyampaikan, pihaknya rutin berkomunikasi dengan mitra yang sedang melaksanakan renovasi sekolah di Palestina. Sampai saat ini aset Sekolah Indonesia-Palestina dalam kondisi aman. Sebab tanah tempat bangunan sekolah akan berdiri sudah didaftarkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement