Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Jaga Semangat Beragama Umat Islam

Rabu 04 Sep 2019 10:22 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Dakwah

Dakwah

Foto: Dok. Republika
Wantim MUI meminta agar dakwah menciptakan ketenangan diperkuat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sekretaris Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof KH Noor Achmad mengatakan semangat beragama umat Islam di Indonesia sedang meningkat. Maka semangat yang baik itu jangan dirusak oleh dakwah dan tuduhan yang memecah belah umat.

Baca Juga

Menurutnya, meningkatnya semangat beragama ditandai dengan banyaknya orang yang melaksanakan shalat fardhu berjamaah di masjid, mushola, tempat ibadah di perkantoran dan bandara. Hal tersebut tidak lepas dari dakwah dan peran para ulama.

Kiai Noor berpandangan, ulama-ulama sudah melakukan hal yang benar. Artinya dakwah mereka yang lembut dan mampu menciptakan suasana yang ketenangan dapat mendorong umat lebih mendekatkan diri kepada Allah. 

Menurutnya, para ulama juga sudah berdakwa sesuai dengan Alquran pada Surat An Nahl ayat 125. Artinya ulama sudah berdakwah dengan hikmah dan pelajaran yang baik. "Dakwah yang dilakukan ulama sudah on the track, kalau sudah on the track jangan sampai dipengaruhi atau diganggu oleh dakwah-dakwah yang memecah belah," kata Kiai Noor kepada Republika, Rabu (4/9).

Ia mengingatkan, dakwah yang memecah belah akan memisahkan umat Islam satu sama lain. Bahkan bisa menjauhkan umat Islam dari masjid-masjid dan mushola. Sebab dampak buruk dari dakwah yang memecah belah akan banyak umat Islam yang malas ke masjid karena takut dicurigai oleh kelompok lain.

Sekretaris Wantim MUI ini juga khawatir ada jamaah yang tidak lagi mau ikut gerakan shalat Subuh berjamaah karena takut dicurigai oleh kelompok lain. Maka jangan lagi ada dakwah yang memecah belah supaya tidak merusak semangat beragama umat Islam saat ini.

Kiai Noor juga mengingatkan jangan menuduh orang yang sedang meningkat semangat beragamanya. Kalau ada orang terlalu rajin beribadah, jangan dituduh orang tersebut sedang banyak masalah dan memiliki maksud. Orang yang rajin beribadah juga jangan dituduh sok suci dan sok alim.

"Jangan sampai ada orang yang memecah belah keberagamaan seseorang, jangan ada yang mencoba mengecilkan keberagamaan seseorang saat sekarang ini," ujarnya.

Menurut Kiai Noor, ada beberapa kemungkinan yang membuat semangat beragama dan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan ibadah meningkat. Pertama, karena ada fasilitas untuk melaksanakan ibadah dan merasa tenang saat melaksanakannya. Kedua, ada peningkatan kesadaran beragama pada diri setiap orang. Artinya mereka sudah lebih mengenal ajaran-ajaran agama Islam sehingga semangat beragamanya meningkat. 

Ketiga, banyaknya persoalan yang muncul telah mendorong orang-orang untuk dekat dengan ajaran agama sehingga meningkatkan semangat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan beragama dan melaksanakan ibadah dengan baik, mereka merasa lebih lancar, lebih baik dan lebih sukses dalam menjalani hidup. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA